Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (43)

Jumat 26-08-2022,17:43 WIB
Reporter : Azmaliar Zaros
Editor : Yar Azza

 

43. Kelurahan Bumi Ayu

BENGKULU, RADARBENGKULUONLINE.COM -  Kota Bengkulu adalah salah satu kolonial Inggris yang telah membuat Benteng Fort Marlborough. Kota   ini memiliki  Muara Dua dan   Bumi Ayu. Tak hanya itu, daerah ini juga memiliki  Panorama indah. Terutama bila kita melihat di  Tanjung Ajung, Tanjung Jaya. Di daerah ini kita dapat melihat  Semarang, Surabaya, Kampung Bali, Malabro, Sidomulyo, Padang Serai, Padang Jati, Betungan dengan leluasa.

Yang cukup menarik dilihat disini adalah  Dusun Besar dengan  Sawah Lebar  dan Sawah Lebar Baru yang sedang di  Bajak petani. Sekarang daerah ini dipelihara dengan baik dan di  Kandang dengan Kandang Limun, serta diberi Pagar Dewa. Kalau tidak demikian,  Rawa Makmur, Rawa Makmur Permai, Pematang Gubernur bisa rusak  Jitra yang bersejarah itu. Karena, di sana ada  Jalan Gedang, Pondok Besi,  Pintu Batu, Tanah Patah yang memiliki  Sumur Meleleh terus menerus.

Di  Pondok Besi ini ada  Padang Harapan yang di  Tengah Padang-nya selalu  Sukarami. Di sana penuh dengan  Kebun  Roos, Kebun Keling, Kebun Geran, Kebun Dahri, Kebun Kenanga yang ramai dikunjungi wanita. Kebetulan, daerah ini berdekatan dengan  Pasar Bengkulu, Pasar Baru, Pasar Melintang, Pintu Batu, Pekan Sabtu yang  Sukamerindu-kan  Pengantungan,  Penurunan yang sekarang masih ada  Berkas-nya.  

Rangkaian kalimat yang mengiringi kata bergaris  tebal atau hitam itu   merupakan pengantar dari sebagian nama dari 67 kelurahan di Kota Bengkulu yang unik. Kenapa nama kelurahan itu unik, wartawan  RADARBENGKULU.DISWAY.ID, Azmaliar Zaros menurunkan laporannya secara bersambung setiap hari. Selamat membaca laporan SPEKTAKULER yang hanya satu-satunya ada di Indonesia dan mungkin juga di dunia.

Redaksi juga menerima masukan, kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Pembaca juga bisa berpartisipasi menyumbang tulisan soal nama-nama unik tentang nama daerah, objek wisata dan lain-lain. Kritik, saran, tulisan dikirim ke email : radarbengkuluonline@gmail.com. Atau telepon/WA ke HP 0812 7930 6998.  (*)

 

 

Bumi Ayu, Tanah yang Elok untuk Tempat Tinggal

 

Nama daerah Bumi Ayu ini juga termasuk salah satu nama kelurahan unik di Kota Bengkulu. Kelurahan ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Selebar. Kenapa daerah ini sampai dinamakan Bumi Ayu? Bagaimana ceritanya? Ikuti terus tulisan eksklusif Wartawan  RADARBENGKULU.DISWAY.ID berikut ini.

 

AZMALIAR ZAROS, Kota Bengkulu

 

Bumi Ayu ini, kata tokoh masyarakat Bumi Ayu, Helmi Munajat, awalnya masuk dalam wilayah Sukarami, Kecamatan Talang Empat Bengkulu Utara. Kemudian, daerah ini masuk dalam wilayah Kota Bengkulu.

Sedangkan asal usul nama kelurahan Bumi Ayu ini, lanjutnya, berasal dari kata Bumi dan Ayu. Bumi itu adalah tanah untuk tempat tinggal. Sedangkan Ayu adalah elok, cantik. Jadi, Bumi Ayu itu artinya adalah tanah tempat yang bagus untuk kehidupan.

Nama itu, lanjutnya, terinspirasi dari daerah tempat kelahiran Helmi dahulu. Kebetulan, Helmi ini lahir di desa Bumi Ayu, Kecamatan Tegal, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Daerah tempat tinggalnya ini tanah elok, dan kehidupan warganya bagus.

Kemudian, warganya taat menjalankan ibadah. Sebab di daerah tempat tinggalnya itu penduduknya penuh dengan sopan santun dan taat menjalankan ajaran agama Islam. Kebetulan, daerahnya itu banyak pondok pesantren untuk menuntut ilmu. 

’’Saya berharap kehidupan yang bagus di daerah saya ini bisa menular di daerah ini juga. Dan, sekaligus saya bisa mengenang nama tempat kelahiran saya itu,’’ ujar bapak yang mulai menetap di Bengkulu ini tahun 1970 lalu.

Menurut Helmi, awalnya di Bengkulu ini dia berusaha melakukan pembuatan bibit cengkih dan pala di daerah Jalan Gedang, Bengkulu. Kemudian, dia bertemu dengan drh Sukardi yang bekerja di Dinas Peternakan Bengkulu yang lokasinya waktu itu di Jitra. 

BACA JUGA:Inspektorat Bengkulu Selatan Panggil Seluruh Kades

Dari perkenalan yang baik ini, dia ditawari bekerja sebagai staf di kantor Sukardi. Namun karena pegawainya itu sarjana semua, dia jadi minder. Akhirnya dia minta berhenti saja. 

’’Walaupun saya minta mundur, tapi dilarang. Dia minta supaya saya pikir lagi dan jangan sampai menyesal nantinya. Namun saya sudah bulat tekad dan akhirnya tetap mundur,’’jelas bapak yang tinggal di Jln Bumi Ayu RT 7  Kelurahan Bumi Ayu.

Bapak yang lahir di Bumi Ayu Brebes Jawa Tengah  tanggal 21 Oktober 1950 itu akhirnya ditawari Sukardi untuk menggarap dan mengelola Proyek Persatuan Pembinaan Perkebunan Padang Lempuing (P5L). P5L ini adalah milik kelompok masyarakat yang berusaha dalam tanaman kelapa yang anggotanya ada 110 orang. Lahan tanaman itu dapat izin garap dari Pasirah Tanjung Agung dan bibitnya dari anggota P5L. Rencananya, setelah tanaman kelapa itu besar nanti akan dibagikan kepada semua anggota kelompok.

Saat menggarap lahan itu, dia mengusulkan kepada Depati Umar waktu itu agar daerah tempat tinggalnya itu diberi nama Jln. Bumi Ayu agar mudah untuk mencari alamatnya.

Usulan nama dia jelaskan maksudnya dan tujuannya. Dan akhirnya Depati sangat setuju. Karena itu tujuannya memang baik. Maka akhirnya dia buatlah pelang nama jalan Bumi Ayu di jalan masuk ke arah Bumi Ayu. Tepatnya di pangkalan ojek atau simpang Empat Lampu Merah Bumi Ayu sekarang.

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (42) 

Sayangnya proyek yang dimulai tahun 1973-1975 dengan jumlah bibit 20.000 itu gagal karena dimakan beruang. Karena, saat tanaman berumur 4,5 tahun dan saat mulai muncul bunga kelapa, langsung dirusak beruang tersebut.

Akibatnya, para petani yang menggarap lahan tadi patah semangat melanjutkannya. Sedangkan dia tetap bertahan. Dia tetap tinggal di daerah ini karena dia tidak ada tempat tinggal lainnya.

Akibat gagalnya proyek ini, maka lahan ini jadi telantar. Kemudian, tahun 1992, pemerintah melakukan penertiban tanah. Akhirnya tanah ini digusur dan diberikan ganti rugi bagi yang menggarapnya. Dia sendiri dapat jatah 2 kapling. Satu kapling ukurannya 20X30 m.

Setelah Sukarami masuk Kota Bengkulu, dia ingin meningkatkan Bumi Ayu jadi Kampung kepada Kades Sukarami, Abdalul Zikri. Seluruh maksud dan tujuannya juga dilontarkan. Usulanya itu disetujui kades waktu itu. Sehingga nama jalan Bumi Ayu ini jadi kampung atau Dusun Bumi Ayu.  

Saat tanah ini diambil pemerintah, warga mulai banyak berdatangan ke daerah ini. Apalagi sejak dibangunnya 1000 perumahan untuk pegawai negeri Provinsi Bengkulu. Sejak saat ini daerah ini ramai penduduknya.

Keramaian semakin terasa sejak daerah ini dijadikan Kelurahan Bumi Ayu. ‘’Sewaktu kelurahan Sukarami dimekarkan, akhirnya Bumi Ayu disetujui jadi Kelurahan Bumi Ayu. Semoga Bumi Ayu ini kehidupannya lebih baik lagi,’’harapnya.  


Inilah Kantor Lurah Bumi Ayu, Kota Bengkulu-Azmaliar Zaros-

Kelurahan Bumi Ayu ini memiliki luas 270 hektare. Daerah ini memiliki 17 rukun tetangga,dan 4 Rukun Warga (RW).

Letak daerah ini, sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Sukarami. Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Kandang Mas. Sebelah  utara berbatasan dengan Kelurahan Muara Dua. Sebelah  selatan berbatasan dengan Kelurahan Pekan Sabtu.

Penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa. Antara lain Minang, Jawa, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lembak, Rejang Lebong. Sedang mata pencariannya juga bermacam-macam. Antara lain dagang, usaha kerajinan rumah tangga, PNS, TNI/Polri, industri batu bata, ternak ayam potong, ternak ikan, berkebun sawit.

Fasilitas yang ada di daerah ini antara lain, kantor lurah, mesjid, musala,Puskesmas Pembantu, Polsek Selebar, TK, PAUD, SD, GOR.(*)

 

Kategori :