"Setelah kita ukur kekuatan dan kesiapan, ternyata perlu banyak perbaikan di dalam hal ekskresi atau pengamanan barang dan orang,” Sampai Syarifuddin.
Diinformasikan pula bahwa sesuai dengan aturan penerbangan internasional mewajibkan bandara untuk ekskresinya double view. Namun, di Bandara Fatmawati Soekarno ternyata baru single view.
Begitu juga dengan VIP masih perlu dibenahi. Namun demikian, Pemerintah dan pihak Bandara sudah langsung bekerja mencarikan solusi, sehingga jalur penerbangan tersebut segera terealisasi.
“Tadi sudah disimpulkan beberapa langkah-langkah yang akan kita lakukan. Semoga harapan ribuan masyarakat Bengkulu terwujud dan harapan Gubernur Rohidin bisa terlaksana,” katanya.
Pemerintah Provinsi juga melakukan kordinasi bersama Kementerian Perhubungan. Sambil jalan, juga akan dilakukan pembenahan bandara VIP dan penggunaan gedung baru Bandara Angkasa Pura
“Pada prinsipnya kementerian agama juga mendukung dan beberapa penyelenggara umroh sebagaimana komitmen waktu kita undang mereka sudah siap tapi semua masih menunggu kesiapan sepertinya dalam hal penyiapan sarana prasarana dulu,” jelasnya.
Diapun mengakui bahwa sebelumnya ada target penerbangan Bengkulu ke Arab Saudi mulai dibuka bulan Oktober. Tapi setelah melihat syarat-syarat penerbangan internasional, Pemerintah Provinsi tidak mau gegabah dan terkesan terburu-buru.
"Kami berharap setidaknya persiapan ini bisa kita lakukan dalam satu dua bulan atau 3 bulan sehingga paling lambat itu satu Januari kita sudah bisa kita buka jalur pernerbangan Bengkulu arab ini,” harapnya.