Khutbah Idul Fitri: Menebar Maaf dan Membangun Kebersamaan

Rabu 10-04-2024,00:10 WIB
Reporter : Adam
Editor : Azmaliar Zaros

Maka akan diberinya orang-orang tersebut dari kebaikan-kebaikannya. Dan jika kebaikannya telah habis sebelum ia menunaikan kewajibannya, diambillah keburukan dosa-dosa mereka, lalu dicampakkan padanya dan ia dilemparkan ke dalam neraka. (HR. Muslim)

 

Kaum muslimin wal muslimat yang mulia. 

Nuansa hari raya seperti sekarang ini kita pasti membayangkan saat-saat begitu indahnya kebersamaan kita, berkumpul dan bercengkrama dengan sanak saudara, kita peluk cium tangan kedua orang tua kita dengan rasa haru, kita meminta maaf atas salah dan khilaf kita.

Namun semua itu hanyalah masa lalu dan tinggal kenangan saja karena mereka telah tiada dan lebih duluan dipanggil Allah SWT. Mereka hanya butuh kiriman doa tulus dari anak keturunan dan dzurriyat-dzurriyatnya.  

 

Baginda Rasulullah SAW memberikan tuntunan agar kita selalu berbakti kepada orang tua, menghormati mereka dan mengingat jerih payah serta menyambung dan menjaga silaturrahmi antar sesama saudara kandung, kita lahir dan besar dari rahim ibu yang sama dan bapak yang sama. 

Demikian tinggi derajat kedua orang tua kita sehingga berbuat baik terhadap orang tua adalah ibadah yang sangat di cintai Allah SWT. Suatu ketika sahabat Abdullah RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amal apakah yang dicintai Allah; beliau bersabda:

 

 عَن عبدِ الله قاَل سألتُ النَبي صلى الله عليه وسلم أيُّ العَملِ أَحَبُّ إِلىَ الله عَزَّ وَجَلَّ قَالَ الصَّلاةُ عَلىَ وَقْتِهاَ قَالَ ثُمَّ أَيّ قاَلَ بِرُّ الوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيّ الجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ 

 

Dari Abdulullah RA berkata, saya bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, Apakah amalan yang lebih dicintai Allah? Jawab beliau, Shalat dalam waktunya. Kemudian apa? Berbakti terhadap kedua orang tua. Kemudian apa? Berjuang di jalan Allah.

Kemudian ada hadits yang kedua yang artinya, Diceritakan dari Sahabat Abdullah bin Amr, ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, Saya ingin berjihad ya Rasulullah. Nabi menjawab, Apakah ibu bapakmu masih hidup, laki-laki tersebut menjawab, Masih. Nabi bersabda: Berjuanglah menjaga kedua orang tuamu.

 

Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah

Makna Idul Fitri selanjutnya adalah kita wajib menjaga persatuan dan kesatuan. Diawali dengan saling memaafkan, saling berkunjung dan bersilaturahim mempererat dan menyambung kembali orang-orang yang terputus dengan kita sebagaimana hadits shahih Imam Bukhari Muslim beliau bersabda:

Kategori :