“Waktu pandemi, anak-anak sekolah kami kesulitan ikut pembelajaran online karena sinyal susah dan kuota mahal. Kalau sekarang ada internet gratis, tentu sangat membantu. Bisa untuk sekolah, jual hasil pertanian, atau cari ilmu bertani dari YouTube atau grup petani,” ujar Astapen.
Ia berharap program ini tidak hanya sekadar wacana, tapi benar-benar diwujudkan hingga ke desa-desa terpencil. “Kami dukung penuh, asal jangan cuma janji. Warga desa sudah lama menunggu perubahan seperti ini,” imbuhnya.