Kasus PMK di Provinsi Bengkulu Terus Menurun, Waspada Tetap Diutamakan

Minggu 27-04-2025,18:47 WIB
Reporter : windi
Editor : syariah muhammadin

 

 

 

RADAR BENGKULU — Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Provinsi Bengkulu menunjukkan tren penurunan signifikan. 

Berdasarkan data terbaru Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, hingga pekan terakhir April 2025, hanya tersisa 10 kasus aktif. Ini terdiri dari delapan kasus di Kabupaten Bengkulu Selatan dan dua kasus di Kabupaten Kepahiang

Kepala Disnakeswan Provinsi Bengkulu, Syarkawi, mengatakan, penurunan ini merupakan hasil dari upaya bersama pemerintah daerah, peternak, serta dukungan vaksinasi dari pemerintah pusat. 

"Kasus PMK saat ini tidak mengalami penambahan. Mudah-mudahan kondisinya tetap terkendali," ujar Syarkawi.

BACA JUGA:Pasca Disidak Wagub, Dinas TPHP Jadwalkan Pemanggilan Seluruh PMKS di Bengkulu

 

Ia menjelaskan, sebelumnya PMK sempat menyebar cukup masif di berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu. Pada puncaknya, terdapat lebih dari 400 kasus yang melibatkan sapi dan kerbau di sejumlah daerah. Namun, berkat langkah cepat seperti vaksinasi massal, pengawasan ketat lalu lintas ternak, serta edukasi kepada peternak, jumlah kasus berhasil ditekan.

 

 

Meski tren menurun, Syarkawi mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap menjadi kunci utama. Saat ini, Disnakeswan mencatat sedikitnya 426 ekor ternak masih berada dalam kategori berisiko terpapar PMK.

 

"Meski kasus aktif sudah sedikit, potensi penularan tetap ada. Terutama bila protokol kesehatan hewan tidak dipatuhi. Peternak harus tetap disiplin." 

Kategori :