Pengangguran di Bengkulu Naik Tipis, Tamatan Perguruan Tinggi Paling Terpukul

Selasa 06-05-2025,21:27 WIB
Reporter : windi
Editor : syariah muhammadin

Selain itu, mayoritas penduduk Bengkulu yang bekerja ternyata masih menggantungkan penghasilan dari sektor informal. Dari total tenaga kerja, sebanyak 693.783 orang atau 62,78 persen bekerja di sektor informal. Jumlah ini memang menurun 1,73 persen poin dari tahun lalu, namun tetap menunjukkan bahwa sektor informal masih menjadi tulang punggung ketenagakerjaan di daerah ini.

 

“Pekerjaan informal ini meliputi buruh tani, pedagang kaki lima, dan pekerja serabutan. Artinya, mereka masih sangat rentan terhadap guncangan ekonomi,” jelas Win.

 

Naiknya angka pengangguran di Bengkulu, meskipun dalam persentase kecil, menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah. Dibutuhkan langkah konkrit untuk memperluas akses pekerjaan yang layak, terutama bagi lulusan pendidikan tinggi yang kini justru menghadapi kesulitan terbesar.

 

Pakar ekonomi dari Universitas Bengkulu, Riza Pradana, menilai pemerintah daerah harus mulai mengarahkan kebijakan pada peningkatan kualitas tenaga kerja sekaligus membuka ruang ekonomi digital dan industri kreatif yang bisa menyerap lulusan baru.

“Bengkulu harus memikirkan solusi jangka panjang. Jangan sampai lulusan perguruan tinggi malah jadi penganggur terdidik,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah.

Dengan perubahan struktur ekonomi yang kian cepat, Riza menyebut tantangan bagi lulusan muda adalah bagaimana beradaptasi dan membekali diri dengan keterampilan baru.

 

“Jika tidak diantisipasi, Bengkulu bisa mengalami surplus tenaga kerja, tapi defisit kesempatan kerja,” pungkasnya.

Kategori :