Rusman: Kedepankan Aspek Teknis dan Akademis Bukan Politis
RADAR BENGKULU, MUKOMUKO - Salah seorang petani Desa Lubuk Sanai, Rusman Aswardi yang juga mantan Anggota DPRD Mukomuko turun merespon kemelut jadwal pengeringan irigasi sayap kiri Bendung Manjunto.
Menurut Rusman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus cepat mengambil kebijakan jadwal pengeringan irigasi. Agar petani mendapat kepastian.
Ia memandang, ada perbedaan padangan dan keinginan dari sejumlah kelompok tani yang sawahnya di bergantung dengan irigasi sayap kiri Bendung Manjunto.
Dalam kondisi ini, dalam menentukan keputusan, pemerintah semestinya mengedepankan apek teknis aspek akademis dalam mengambil kebijakan.
"Jangan mengedepankan aspek politis, kebijakan populer. Kalau mau mengakomodir pandangan yang berbeda ini agak susah. Cara mengawinkannya ya pertimbangan teknis dan akademis," papar Rusman.
Menurut pandangan politisi PPP ini, pengeringan di awal Bulan Juni hingga September (selama 4 bulan) bisa menjadi solusi terbaik dan jalan tengah. Sebab, risiko yang berdampak kerugian langsung terhadap petani, terbilang kecil.
Dan, rencana pembangunan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII berupa normalisasi atau pengerukan dan rehabilitasi irigasi dapat terlaksana.
Kenapa pengeringan selama 4 bulan dimulai awal Juni 2025 adalah waktu yang tepat, Rusman menuturkan tanaman padi petani yang dialiri irigasi sayap kiri meliputi kecamatan Lubuk Pinang, XIV Koto, dan Air Manjunto, serta V Koto, masih selamat hingga panen.