1.Yang pertama nasihat Malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw:
Artinya: "YA MUHAMMAD, HIDUPLAH ENGKAU DIATAS DUNIA INI SESUKA HATIMU, TAPI ENGKAU HARUS INGAT BAHWA ENGKAU AKAN MATI."
Nasihat yang pertama ini mengajak umat manusia untuk merenung kembali, bahwa kematian adalah suatu hal yang pasti yang akan dialami oleh setiap umat manusia. Tidak terkecuali siapa pun dia, baik raja maupun rakyat jelata, baik kaya maupun susah hidup digubuk derita, semua akan berakhir hidupnya dengan kematian
Di dalam surat Al-Angkabut ayat 57 Allah SWT berfirman yang artinya: "SETIAP YANG BERNYAWA PASTI AKAN MERASAKAN KEMATIAN, KEMUDIAN HANYA KEPADA KAMI KAMU DIKEMBALIKAN."
Saudaraku kaum muslimin sidang jamaah Jumat yang mulia
Dengan mengingat kematian, diharapkan setiap umat Islam dapat menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap kehidupan dunia dan segala kesenangan dunia ini, dan umat manusia harus lah membatasi angan-angan untuk hanya mencintai dunia yang bersifat sementara ini.
Dengan demikian, hendaklah setiap hamba mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya kematian, dengan cara memperbanyak ibadah, dan beramal shaleh sebagai bekal untuk hidup yang abadi di kampung akhirat.
2.Nasihat Malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw.
Artinya: "CINTAILAH APA YANG ENGKAU SUKA DIATAS DUNIA INI, TAPI ENGKAU HARUS INGAT SETIAP YANG ENGKAU CINTAI PASTI AKAN MENINGGAL KAN MU, ATAU SETIDAK-TIDAK NYA, ENGKAU YANG AKAN PERGI MENINGGAL KAN NYA".
Sesungguhnya manusia dikaruniai hati dan perasaan untuk saling berkasih sayang, dan setiap pribadi seseorang mempunyai kebebasan untuk saling mencintai dan kasih sayang terhadap sesama, tetapi kita harus menyadari bahwa hal tersebut tidaklah abadi, tidak selamanya. Karena pada suatu saat akan berpisah.
Oleh karena itu, jangan sampai kita larut dengan kesenangan dunia yang fana ini. Kita boleh saja mencintai istri, anak, jabatan, profesi dan lain sebagainya, tapi jangan sampai hal tersebut membuat kita lalai mempersiapkan bekal taqwa kepada Allah SWT untuk kepentingan hidup di kampung akhirat yang abadi. Karena hidup kita di dunia ini hanya untuk menggambarkan diri kepada Allah SWT.
Didalam surat Az-Zariyat ayat 56 Allah SWT berfirman :