Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan bahwa pembekalan bela negara memiliki relevansi kuat dengan peran strategis pers.
“Nilai bela negara bukan soal militeristik, tetapi soal sikap. Wartawan harus memiliki kesadaran kebangsaan, etika, dan integritas agar produk jurnalistiknya memberi manfaat dan menjaga kepercayaan publik,” kata Zulmansyah.
Pada hari kedua Retret PWI ini, para peserta juga mengikuti sesi pembekalan dari enam pembicara tamu dari berbagai kementerian dan lembaga negara. Mereka adalah Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Direktur Politik Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Akbar Ali, serta perwakilan dari Kementerian Koperasi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dari Kementerian Koperasi hadir Staf Ahli Hubungan Antarlembaga Henny Navilah, sementara dari BNPB diwakili Kepala Bidang Komunikasi Kebencanaan Dodi Yoeleva. Pada sesi tersebut, Henny Navilah dan Dodi Yoeleva tampil sebagai narasumber.
Melalui Retret PWI ini, diharapkan insan pers semakin memiliki disiplin, integritas, serta kesadaran kebangsaan yang kokoh.
Retret PWI ini merupakan tindak lanjut dari kerjasamabantara Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir tentang penguatan nilai kebangsaan dan bela negara bagi insan pers.
Melalui kerja sama tersebut, PWI bersama Kementerian Pertahanan berkomitmen membangun wartawan yang tidak hanya profesional secara jurnalistik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab kebangsaan.