RADAR BENGKULU - Jika Eropa punya Greek Yogurt dan Bulgaria punya Kashkaval, maka Indonesia punya Dadiah. Berasal dari dataran tinggi Sumatera Barat, dadiah bukan sekadar makanan tradisional, melainkan warisan kuliner yang menyimpan rahasia kesehatan luar biasa.
Apa Itu Dadiah?
Dadiah adalah hasil fermentasi alami susu kerbau yang dimasukkan ke dalam wadah bambu. Berbeda dengan yogurt komersial yang menggunakan bibit bakteri buatan, proses pembuatan dadiah sepenuhnya mengandalkan bakteri baik (Lactobacillus) yang secara alami terdapat pada bambu dan susu kerbau itu sendiri.
Proses fermentasi ini biasanya memakan waktu 24 hingga 48 jam pada suhu ruang. Hasilnya? Gumpalan putih lembut mirip puding dengan cita rasa asam yang segar dan aroma khas bambu.
BACA JUGA:Itiak Lado Hijau: Simfoni Pedas-Gurih Khas Ngarai Sianok
Rahasia Keunggulan Dadiah
Mengapa dadiah dianggap istimewa dibandingkan produk susu lainnya? Berikut adalah beberapa alasannya:
Probiotik Alami: Dadiah kaya akan bakteri asam laktat yang sangat baik untuk kesehatan pencernaan dan meningkatkan sistem imun tubuh.
Nutrisi Tinggi: Karena menggunakan susu kerbau (yang secara alami lebih kental dari susu sapi), dadiah memiliki kandungan lemak, protein, dan kalsium yang lebih tinggi.
Tanpa Bahan Kimia: Tidak ada pengawet atau pemanis tambahan dalam pembuatan dadiah tradisional.
Cara Menikmati Dadiah
Masyarakat Minangkabau memiliki cara unik dalam menyantap dadiah. Berikut adalah dua gaya yang paling populer:
Sarapan Tradisional (Ampiang Dadiah): Dadiah disajikan bersama ampiang (beras ketan yang ditumbuk pipih), serutan kelapa, dan guyuran juruh (sirup gula merah). Perpaduan rasa asam, gurih, dan manis ini sangat menggugah selera.
Lauk Pauk: Uniknya, dadiah juga sering dimakan bersama nasi hangat dan sambalado sebagai penyeimbang rasa pedas.