RADAR BENGKULU – Industri smartphone di tahun 2026 tidak lagi hanya sekadar adu kekuatan prosesor atau resolusi kamera, melainkan persaingan pada fitur AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device). Teknologi ini memungkinkan data pengguna diproses secara lokal tanpa harus selalu terhubung ke cloud, sehingga meningkatkan kecepatan respons dan keamanan data pribadi. Dari kelas flagship hingga menengah, AI kini menjadi standar minimal untuk mengoptimalkan performa dan konsumsi daya.
Inovasi lain yang sangat menonjol adalah tren penggunaan baterai berkapasitas besar antara 6.500 mAh hingga 8.000 mAh. Berkat teknologi sel silikon-karbon, produsen seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo mampu meningkatkan kapasitas daya tanpa menambah ketebalan bodi ponsel. Hal ini menjawab keluhan pengguna akan borosnya daya akibat penggunaan fitur AI dan layar dengan refresh rate tinggi yang kini mulai mencapai 144Hz sebagai standar baru.
BACA JUGA:iPhone 17e dan iPhone Fold, Strategi Baru Apple di Tahun 2026
Di sektor fotografi, persaingan bergeser ke arah fotografi komputasional dan penggunaan sensor periskop yang lebih besar. Ponsel terbaru di tahun 2026 kini mampu melakukan optical zoom hingga 10x dengan detail yang sangat tajam, menyaingi kamera profesional dalam beberapa skenario. Integrasi fitur pengeditan berbasis AI seperti penghapusan objek secara instan dan peningkatan kualitas video secara otomatis semakin memudahkan pengguna awam untuk menghasilkan konten berkualitas.
Layar lipat juga semakin matang dengan hadirnya desain "tri-fold" atau lipat tiga yang mulai diperkenalkan oleh beberapa produsen besar. Perangkat ini dapat bertransformasi dari ukuran ponsel standar menjadi layar tablet besar hanya dalam satu gerakan. Dengan engsel yang lebih kuat dan lipatan layar yang hampir tidak terlihat, ponsel lipat kini bukan lagi produk khusus (niche), melainkan alternatif serius bagi mereka yang mengutamakan produktivitas dan hiburan maksimal.
Secara keseluruhan, tahun 2026 menjadi titik balik di mana smartphone benar-benar bertransformasi menjadi perangkat yang sangat cerdas dan tahan lama. Kehadiran teknologi pengisian daya super cepat yang mampu mengisi baterai penuh dalam waktu kurang dari 20 menit semakin melengkapi gaya hidup digital yang serba cepat. Masa depan teknologi kini ada di genggaman, dengan inovasi yang lebih berorientasi pada kemudahan dan kebutuhan nyata pengguna.