Ramadhan Merupakan Perjalanan Spiritual

Jumat 20-02-2026,17:18 WIB
Reporter : Tim redaksi
Editor : Tim redaksi

 

 

 

RADAR BENGKULU Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang dibagi menjadi tiga fase penting. Fase pertama, yakni 10 hari pertama, sering disebut sebagai fase Rahmat (kasih sayang Allah).

Berikut adalah ulasan mengenai keistimewaan hari-hari pembuka tersebut:

1. Fase Curahan Rahmat Allah

BACA JUGA:Blewah: Lebih dari Sekadar Penghuni Es Buah

Sepuluh hari pertama Ramadhan dianggap sebagai masa transisi yang krusial. Pada fase ini, pintu-pintu rahmat dibuka seluas-luasnya bagi hamba yang ikhlas menjalankan ibadah.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang populer (meskipun sebagian ulama mendiskusikan sanadnya, maknanya banyak diamini sebagai motivasi ibadah), Rasulullah SAW bersabda bahwa bulan Ramadhan itu:

"Sepuluh hari pertamanya adalah rahmat, sepuluh hari pertengahannya adalah ampunan (maghfirah), dan sepuluh hari terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka." (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah).

2. Masa Adaptasi dan Penguatan Iman

Secara psikologis dan fisik, 10 hari pertama adalah masa tersulit karena tubuh melakukan penyesuaian terhadap pola makan dan tidur. Keistimewaannya terletak pada kesabaran umat Muslim dalam melewati ujian fisik ini. Menjaga kualitas ibadah di fase awal ini menjadi fondasi agar seseorang tetap istiqomah hingga akhir bulan.

3. Pintu Doa yang Tak Tertolak

Di fase ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Menghidupkan malam dengan shalat Tarawih dan mengisi siang dengan tadabbur Al-Qur'an di awal Ramadhan adalah cara terbaik menjemput kasih sayang-Nya.

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan perut, tetapi juga "puasa hati" dari pikiran buruk. Memulai disiplin ini sejak hari pertama akan mempermudah kita meraih derajat takwa.

Kategori :

Terkait