Harga Emas Jadi Pemicu Utama Inflasi di Kota Bengkulu

Selasa 03-03-2026,23:15 WIB
Reporter : Riski
Editor : Azmaliar Zaros

radarbengkuluonline.id  - ​Berdasarkan rilis terbaru dari BPS Kota Bengkulu, kondisi ekonomi kita pada Februari 2026 menunjukkan angka inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,74 persen.

Meski ada kenaikan harga di beberapa sektor, data ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran rumah tangga. 

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Pasang Harga Standar di Pantai Panjang


Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati S.ST., M.M.. menyampaikan informasi ini dalam kegiatan rilis resmi di kantornya pada awal Maret ini.


​Kenaikan harga yang paling terasa ternyata datang dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak hingga 18,05 persen. Selain tagihan listrik, harga emas perhiasan dan rokok kretek mesin juga ikut memberikan andil dalam mendorong angka inflasi tahun ini. Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan harga sebesar 8,42 persen.


​"Penyumbang utama inflasi y-on-y adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil sebesar 2,28 persen," ungkap pihak BPS saat menjelaskan rincian data tersebut.


​Meski ada beberapa barang yang naik, kabar baiknya adalah ada juga kelompok yang justru mengalami penurunan harga atau deflasi.

 

Contohnya, sektor pendidikan mengalami deflasi sebesar 0,51 persen, serta harga beberapa kebutuhan dapur seperti cabai merah, cabai rawit, dan bensin terpantau menurun pada periode tertentu. Hal ini tentu sedikit memberikan napas lega bagi kantong masyarakat di tengah kenaikan biaya lainnya.


​Ke depannya, koordinasi antara dinas terkait dan para ahli statistik diharapkan terus berjalan lancar agar stabilitas harga di Bengkulu tetap terjaga. Dengan memahami tren harga ini, baik pemerintah maupun masyarakat bisa saling bersinergi untuk menjaga perputaran ekonomi daerah tetap sehat dan terkendali. 


 

Kategori :