radarbengkuluonline.id -- Para pembaca yang dimuliakan Allah Swt, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Membalas Kebaikan Orang.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Dr.Ujang Mahadi M.Si. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Jami Babussalam, Jalan P.Natadirja KM.8 Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، إِتَّقُوْا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Segala puji dan rasa syukur hanya untuk Allah SWT., atas segala nikmat dan karuniaNya, di hari yang penuh barokah ini kita dapat hadir dan berkumpul untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim.
Khatib berwasiat pada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, maril kita sama-sama menjaga serta kualitas iman dan ketakwaan kita pada sang Pencipta.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Khutbah siang ini dengan judul: Membalas Kebaikan Orang.
Manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada seorang pun manusia yang mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Ketika ada kesulitan, kita butuh orang lain, kita mendatangi tetangga, meminta bantuan kepada bapak imam, ketua RT, ketua RW, ketua adat atau saudara-saudara kita yang lainnya.
Meminta bantuan bukanlah sesuatu yang tercela. Bahkan Islam mengajarkan kita untuk saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT., berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS. Al-Ma'idah: 2).
Ayat ini merupakan salah satu landasan utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Allah tidak memerintahkan manusia hidup sendiri-sendiri, tetapi hidup dalam semangat ta'awun, yaitu saling membantu.
Ada fenomena yang sering terjadi di tengah masyarakat. Ketika ada perlu, mau acara doa, ada urusan, ada hajat, atau menghadapi persoalan lingkungan, seseorang segera datang kepada ketua RT, ketua RW, dan atau bapak imam untuk meminta bantuan.
Bila setiap kali membutuhkan bantuan kita datang kepada mereka, maka sudah sepantasnya ketika mereka mengajak kita bergotong royong, kebersihan lingkungan dan kebersihan masjid, atau kegiatan sosial lainnya, kita pun hendaknya hadir sesuai kemampuan.
Jangan sampai kita menjadi orang yang hanya hadir ketika membutuhkan sesuatu, tetapi menghilang ketika ketua RT., ketua RW dan bapak imam membutuhkan kita. Bersyukur kepada para pelayan masyarakat bukan hanya dengan ucapan terima kasih, tetapi juga dengan ikut memikul beban yang mereka emban. Kemajuan lingkungan tidak mungkin hanya dibebankan kepada satu atau dua orang saja.
Rasulullah Saw., bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)
Hadis yang singkat ini mengandung pesan yang sangat dalam. Rasulullah Saw., tidak mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling kaya, banyak hartanya, atau jabatannya tinggi. Beliau justru mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang adalah sejauh mana ia memberikan manfaat kepada orang lain.
Manfaat itu tidak selalu berupa harta. Orang yang mengajarkan ilmu adalah orang yang bermanfaat. Orang yang membantu menyelesaikan urusan tetangganya adalah orang yang bermanfaat.
Orang yang menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan, menjadi pengurus masjid, menjadi imam, menjadi ketua RT, ketua RW yang melayani masyarakat, atau ikut bergotong royong demi kepentingan bersama, semuanya itu termasuk orang-orang yang sedang menghadirkan manfaat bagi manusia lainnya.
Maka ukuran kemuliaan seorang muslim adalah seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada orang lain.
Hadis ini juga mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya dilakukan di masjid.
Membantu mengangkat beban tetangga, memperbaiki jalan lingkungan, membersihkan saluran air, ikut ronda malam, menghadiri musyawarah warga, atau meluangkan waktu untuk kegiatan sosial, jika diniatkan karena Allah, semuanya bernilai ibadah.
Jangan sampai hidup kita hanya dipenuhi pertanyaan, "Apa yang bisa saya dapatkan dari masyarakat?" tetapi jarang bertanya pada diri kita, "Apa yang bisa saya berikan kepada masyarakat?"
Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah,
Orang yang benar-benar bersyukur kepada Allah akan menghargai jasa manusia, bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan ikut berkontribusi ketika masyarakat membutuhkan.
Rasulullah Saw., bersabda:
مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ
“Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadis ini mengajarkan bahwa rasa syukur itu tampak dalam cara kita menghargai jasa sesama manusia. Oleh karena itu, orang yang mengabaikan jasa manusia, enggan mengucapkan terima kasih, atau merasa semua bantuan adalah sesuatu yang memang wajib ia terima, berarti ia belum memahami hakikat syukur kepada Allah.
Berterima kasih dalam Islam bukan hanya dengan ucapan, meskipun ucapan yang baik sangat dianjurkan. Rasa terima kasih juga harus diwujudkan dengan sikap dan perbuatan. Misalnya, ketika ketua RT, ketua RW, dan bapak imam membantu urusan dan hajat kita, maka kita menghargai jerih payah mereka dengan ikut terlibat langsung mendukung kegiatan yang mereka programkan.
Kehadiran kita adalah salah satu bentuk terima kasih dan penghargaan kepada mereka yang selama ini telah melayani kepentingan bersama. Dengan demikian, ucapan "terima kasih" bukan berhenti di lisan, tetapi dibuktikan dengan partisipasi dan kepedulian.
Mari kita jadikan diri kita sebagai muslim yang seimbang, “tidak hanya pandai meminta bantuan, tetapi juga ringan tangan dalam membantu. Tidak hanya menuntut hak, tetapi juga menunaikan kewajiban.
Semoga Allah SWT menjadikan negeri kita negeri yang penuh keberkahan, masyarakat yang rukun, dan hati yang gemar menolong sesama.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ ليْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ.
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَيُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَة أَمْرِنَا، وأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنا الّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ ، وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ.