radarbengkuluonline.id, Jakarta - Sebelum udara masuk ke ruang pembakaran mesin motor matic, filter udara bertugas menyaring debu, pasir, dan kotoran.
Seperti dikutip dari laman harian disway, meski ukurannya kecil, kondisinya sangat berpengaruh terhadap performa motor. Anda sudah tahu, filter yang dipenuhi debu dapat menghambat aliran udara. Sehingga performa motor menjadi kurang optimal. Dampaknya, tarikan motor terasa lebih berat, konsumsi bahan bakar meningkat, hingga mesin berpotensi mengalami penumpukan kerak karbon.
BACA JUGA:Destry Damayanti: Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas
Untuk diketahui, perawatan filter udara sebenarnya tidak selalu harus dilakukan di bengkel. Cukup peralatan sederhana dan langkah yang tepat, sebagai berikut.
1. Siapkan Peralatan dan Pastikan Mesin Dalam Kondisi Dingin
Motor sebaiknya berada dalam kondisi mati dan mesin sudah dingin. Baru kemudian filter udara bisa dibongkar.
Langkah itu membantu menghindari risiko kerusakan. Sekaligus menjaga komponen di sekitar mesin tetap aman.
Dilansir berbagai sumber, beberapa perlengkapan yang perlu disiapkan: obeng atau kunci sesuai baut, kain bersih, sikat berbulu halus, sarung tangan, dan cairan pembersih filter bila dibutuhkan.
2. Cari Letak Filter Udara dan Lepaskan dengan Hati-hati
Posisi filter udara pada setiap motor tidak selalu sama. Motor matic keluaran terbaru umumnya menempatkan filter udara di bagian atas CVT. Posisinya tertutup boks berbaut. Cara membersihkannya adalah dengan membuka penutup boks menggunakan obeng. Lalu angkat filter secara perlahan.
Perhatikan arah pemasangan filter sebelum dilepas. Sehingga tidak keliru saat memasangnya kembali. Yang terpenting, jangan lupa untuk menyimpan baut penutup di tempat yang aman. Ukurannya yang kecil menjadi rawan hilang atau terselip.
3. Bersihkan Filter Sesuai Jenisnya
Sedangkan cara membersihkan filter bergantung pada jenis material yang digunakan. Apabila menggunakan filter udara standar, cukup diketuk perlahan. Itu bisa mengeluarkan debu yang menempel. Disarankan memakai sikat berbulu lembut bila masih ada kotoran yang tersisa. Hindari mencuci filter dengan cara direndam.
Hindari menyiram filter menggunakan air bertekanan tinggi. Karena dapat merusak media penyaring. Pada filter tipe basah yang sudah terlalu kotor atau sulit dibersihkan, penggantian filter baru menjadi pilihan yang lebih efektif.
4. Pasang Kembali Setelah Filter Benar-Benar Kering
Filter yang dibersihkan menggunakan cairan khusus perlu dibiarkan mengering secara alami. Jangan menggunakan pengering rambut. Pun, tidak disarankan terkena paparan sinar matahari langsung. Sebab, itu berisiko merusak bahan filter.
Waktu filter sudah kering, pasang kembali sesuai posisi semula. Dan pastikan filter masuk dengan benar sesuai tempatnya.
Lalu kencangkan baut penutup hingga rapat. Sehingga udara kotor tidak sampai masuk ke dalam mesin.
5. Periksa Kembali Kondisi Mesin
Jika sudah dirasa bersih, nyalakan motor dan dengarkan suara mesin beberapa saat. Lalu coba tarikan gas. Tujuannya untuk memastikan aliran udara kembali normal. Suara mesin yang halus dan respons gas yang lebih ringan. Itu menandakan filter udara telah terpasang dengan baik. Jika performa motor masih terasa berat atau muncul suara yang tidak biasa, filter kemungkinan sudah tidak layak digunakan. Perlu diganti.
Disarankan penggantian filter udara dilakukan setiap 10.000 hingga 16.000 kilometer. Terutama bila motor sering dipakai di jalan yang berdebu. Membersihkan filter udara secara rutin menjadi salah satu perawatan sederhana. Tapi berdampak besar pada kondisi motor matic.