DPRD Bengkulu Selatan Pertanyakan Stok Obat di RS dan Puskesmas Sering Kosong, Ini Jawaban Wabup
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto menanggapi apa yang disampaikan oleh pihak DPRD untuk perbaikan pelayanan kesehatan di Bengkulu Selatan -Fahmi-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Manna - Menyikapi keluhan masyarakat dan temuan di lapangan terkait stok obat di Rumah Sakit dan Puskesmas sering kosong, DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan memanggil Bupati, Dinas Kesehatan dan Manajemen RSUD HD Manna.
Dalam rapat kerja di Sekretariat DPRD, DPRD mempertanyakan penyebab stok obat di rumah sakit dan puskesmas sering tidak tersedia saat masyarakat membutuhkan.
BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Laksanakan Penilaian Perluasan Desa Anti Korupsi di Lubuk Sirih Ilir
Pihak DPRD banyak menerima laporan masyarakat, bahkan menemukan secara langsung stok obat di puskesmas kosong. Obat generik yang harganya sangat murah pun sering tidak tersedia di puskesmas.
Kondisi itu mendapat perhatian serius DPRD karena menyangkut kebutuhan dasar yang menyentuh langsung masyarakat. Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Tidak wajar jika stok obat kosong. Apalagi hanya untuk obat sakit ringan.
DPRD mendorong agar pemberian insentif atau gaji ASN PPPK Paruh Waktu di bawah naungan Dinas Kesehatan bisa disetarakan. Hal itu untuk keadilan dan menambah semangat para tenaga kesehatan menjalankan tugas.
Menanggapi semua itu, Wakil Bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudianto bahwa penyampaian dari DPRD sangat mengapresiasi atas pengawasan yang dilakukan di sektor pelayanan kesehatan. Selain itu, untuk semua masukan, kritik, dan saran DPRD menjadi catatan dan bahan evaluasi. Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk membenahi sektor pelayanan kesehatan agar semakin baik ke depannya.
"Di bawah kepemimpinan Bupati Rifai Tajudin dan Wakil Bupati Yevri Sudianto, RSUD Hasanudin Damrah kini mulai menunjukkan perubahan signifikan yang dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga. Perubahan tersebut bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari intervensi kebijakan yang intensif serta kerja keras yang konsisten yang kita lakukan, khususnya dalam empat bulan terakhir. Sejak awal masa kepemimpinan, sektor kesehatan memang ditempatkan sebagai prioritas utama,"ungkap Yevri.
Berangkat dari berbagai tantangan sebelumnya, Bupati Rifai Tajudin memberikan instruksi tegas untuk melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari sistem hingga pelayanan di lapangan.
Berbagai langkah konkrit pun dilakukan, mulai dari peningkatan disiplin sumber daya manusia, pembenahan kualitas layanan, hingga optimalisasi sarana dan prasarana guna menunjang kenyamanan masyarakat dalam berobat.
Dalam kepemimpinan Rifai -Yevri, pihaknya menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi dan merata.Pihaknya tidak ingin mendengar lagi ada warga yang merasa tidak dipedulikan saat sakit.
Tidak ada lagi masyarakat yang pulang tanpa membawa obat. Rumah sakit ini milik rakyat, dan pelayanan harus sebanding dengan rasa memiliki tersebut. Intervensi yang kami lakukan selama kurang lebih sembilan bulan ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah kesulitan masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan dari DPRD, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi atas fungsi pengawasan yang dijalankan, sekaligus menegaskan bahwa kritik dan saran yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
"Ke depannya kita berharapnya RSUD Hasanudin Damrah serta Puskesmas di Bengkulu Selatan diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat rujukan kesehatan yang unggul. Itu tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga sebagai teladan dalam menghadirkan pelayanan yang tulus bagi seluruh masyarakat Bengkulu Selatan,"pungkas Yevri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
