90 Persen Karyawannya Kena PHK, TikTok Disebut akan Boyong Tokopedia ke Tiongkok

 90 Persen Karyawannya Kena PHK,  TikTok Disebut akan Boyong Tokopedia ke Tiongkok

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengakui dengar kabar Tokopedia akan diboyong ke Tiongkok oleh TikTok-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta -- TikTok dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 90 persen karyawan Tokopedia. Dugaan sementara perusahaan marketplace tersebut akan diboyong ke Tiongkok.

Seperti dikutip dari laman disway.id, kabar miring tersebut telah sampai ke telinga Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Pria yang juga dikenal sebagai Presiden KSPI itu menyebut, PHK yang dilakukan TikTok disebut bukan tanpa alasan menyusul akuisisi yang dilakukan platform asal Tiongkok tersebut.

BACA JUGA: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Harus Berpijak pada Kepastian Hukum dan Perlindungan HAM



Lebih lanjut ia mengatakan, TikTok berencana akan memboyong Tokopedia mengudara di Negeri Tirai Bambu tersebut menjadi salah satu marketplace besar.

"Kenapa TikTok PHK karyawan Tokopedia setelah mengakuisisi dan memindahkan Tokopedia ke China, dia punya marketplace-nya," ujar Said dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026.

TikTok Wajib Tanggung Jawab
Lalu, Said menegaskan, jika TikTok ingin merumahkan hampir 90 persen karyawan Tokopedia, maka mereka wajib bertanggung jawab memberikan hak pegawai sesuai aturan yang berlaku. Ia menjelaskan, mayoritas saham Tokopedia dibeli oleh TikTok hampir 75 persen atau setara dengan USD1,5 miliar.

"TikTok hanya tanggung jawab, kalau saya nggak salah ya.. kalau saya salah tolong koreksi. TikTok sudah mengakuisisi Tokopedia beberapa waktu yang lalu, sebelum sekarang ini. Kalau nggak salah dia memberikan valuasi USD1,5 miliar," jelas Said.

Dengan nada heran, Said pun mempertanyakan dari hasil valuasi tersebut, kemana uang triliunan rupiah yang diberikan perusahaan raksasa tersebut digunakan? "Nah, kita mau lihat hubungan kerja antara Tokopedia yang mendapat valuasi suntikan USD1,5 miliar itu dari TikTok, perusahaan raksasa dunia ini, ke mana uangnya?" kata Said.

Apa Solusi Pemerintah?
Kemudian, Said menjelaskan, karena karyawan-karyawan ini sudah bukan lagi tanggung jawab Tokopedia, maka kata dia, TikTok-lah yang harus memenuhi hak seluruh karyawan yang terdampak PHK. Menurut informasi yang diperoleh Said, TikTok memiliki jaringan yang kuat di China.  Sehingga, kata dia, kehadiran Tokopedia akan memperkuat lini bisnis digital TikTok di China karena jaringan mereka salah satu yang terbesar.

TikTok harus membayar hak-hak karyawan daripada Tokopedia. Karena, mereka sudah diakuisisi oleh TikTok. "Saya dengar informasi, baru mendengar ya.. bahwa Tokopedia justru dibalikkan ke China. Karena dia punya jaringan digitalnya luar biasa. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir," tegasnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: