Sudah Terbukti Secara Ilmiah, Inilah Manfaat Tanaman Sirih Merah Bagi Kesehatan

 Sudah Terbukti Secara Ilmiah, Inilah  Manfaat Tanaman Sirih Merah Bagi Kesehatan

Sudah Terbukti Secara Ilmiah, Inilah Manfaat Tanaman Sirih Merah Bagi Kesehatan-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  - Tanaman sirih merah atau piper crocatum kini semakin dilirik masyarakat.  Sebagai tanaman obat. Tak semata jadi tanaman hias. Daun tanaman itu menyimpan senyawa bioaktif. Bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Seperti dikutip dari laman harian disway, berbagai kajian ilmiah dipublikasikan. Mulai dari studi in silico terhadap protein pemicu peradangan. Hingga uji laboratorium pada sel kanker payudara. Sebagian besar penelitian berfokus pada kandungan flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan minyak atsiri. Semuanya ada dalam daun sirih merah.

BACA JUGA:Terima Kunjungan Ombudsman, Polres Bengkulu Selatan Terus Tingkatkan Pelayanan

Kandungan senyawa aktif itulah yang membuat sirih merah berpotensi meredakan peradangan, menghambat pertumbuhan sel kanker, hingga membantu menstabilkan kadar gula darah.

Manfaat Tanaman Sirih Merah bagi Kesehatan
1. Meredakan Peradangan
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal LenteraBio menggunakan pendekatan in silico atau simulasi komputer. Penelitian itu menguji potensi senyawa aktif sirih merah sebagai antiinflamasi. Dengan menargetkan protein TNF-α dan TACE. Itu berperan besar dalam memicu peradangan dalam tubuh.

Hasilnya menunjukkan senyawa dalam daun sirih merah berpotensi menghambat kerja kedua protein tersebut. Sehingga peradangan bisa lebih terkendali. Temuan itu membuka peluang pengembangan sirih merah.  Tanaman itu jadi kandidat obat antiinflamasi alami. Meski masih perlu uji lanjutan sebelum bisa diaplikasikan langsung ke manusia.

2. Berpotensi Melawan Sel Kanker
Sirih merah juga dikenal sebagai tanaman dengan potensi antikanker. Karena kemampuannya menghambat pertumbuhan sel kanker. Sebuah kajian menyebutkan ekstrak etanol daun sirih merah mengandung senyawa fenol, fitol, dan vitamin E.
Dalam uji laboratorium, kandungan tersebut terbukti bersifat sitotoksik atau meracuni sel kanker payudara MCF-7.

Paparan ekstrak itu bahkan memicu perubahan morfologi pada sel kanker. Tanda bahwa sel tersebut mengalami kerusakan.

Meski hasilnya menjanjikan, penelitian itu baru dilakukan pada sel di laboratorium. Belum sampai pada uji klinis terhadap pasien kanker.

3. Membantu Mengontrol Gula Darah
Beberapa uji klinis dan penelitian berbasis komunitas mencatat efek penurunan gula darah dari ekstrak tanaman herbal. Termasuk sirih merah, kelor, dan temulawak pada pasien diabetes. Sirih merah memiliki kandungan flavonoid dan alkaloid. Keduanya diyakini memiliki sifat hipoglikemik. Dapat membantu menurunkan kadar gula darah secara alami.

Walaupun  begitu, efek itu umumnya bersifat pendukung. Bukan pengganti obat. Penggunaannya tetap perlu dikombinasikan dengan pengobatan medis. Juga pemantauan gula darah rutin yang dianjurkan dokter.

4. Melawan Bakteri Penyebab Karies Gigi
Karies gigi umumnya dipicu bakteri. Seperti Streptococcus mutans yang membentuk plak di permukaan gigi. 
Daun sirih merah mengandung minyak atsiri, flavonoid, alkaloid, dan senyawa fenolik. Terbukti aktif menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Sehingga berpotensi menekan risiko plak dan lubang gigi.

Sejumlah tinjauan ilmiah menyebut sirih merah berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami. Fungsinya untuk perawatan gigi dan mulut. Air rebusan daunnya bahkan secara tradisional sudah lama dipakai masyarakat. Sebagai obat kumur untuk mencegah bau mulut.

5. Kaya Antioksidan Alami
Kandungan flavonoid pada sirih merah berperan penting sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas.
Molekul tidak stabil bisa merusak sel dan mempercepat penuaan. Terlebih jika menumpuk dalam tubuh.
Radikal bebas berlebih juga dikaitkan dengan munculnya berbagai penyakit degeneratif. Peneliti menemukan bahwa jamur endofit yang hidup di jaringan daun sirih merah.

Jamur itu turut menghasilkan senyawa antioksidan tambahan. Dengan sifat itu, sirih merah dipercaya membantu melindungi sel-sel tubuh. Sehingga dapat terhindar dari kerusakan akibat polusi dan stres oksidatif.

6. Memperkuat Sistem Imun Tubuh
Selain flavonoid, sirih merah juga mengandung saponin yang memiliki aktivitas imunomodulator pada tubuh. Yakni kemampuan membantu memperkuat dan menyeimbangkan kerja sistem kekebalan. Sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi.  Kombinasinya dengan tanin yang bersifat antibakteri membuat sirih merah mempunyai efek ganda.

Seperti memperkuat pertahanan dari dalam sekaligus menekan mikroorganisme penyebab infeksi dari luar. Maka, sirih merah kerap dijadikan ramuan herbal. Kandungannya dapat menjaga daya tahan tubuh saat pergantian cuaca.

7. Membantu Merawat Luka dan Infeksi Kulit
Minyak esensial dalam daun sirih merah diketahui memiliki sifat antimikroba yang kuat. Mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme penyebab infeksi. Sifat itulah yang mendukung sirih merah digunakan secara tradisional untuk merawat luka ringan.

Secara turun-temurun, air rebusan daun sirih merah juga dipakai masyarakat untuk membersihkan luka, meredakan iritasi kulit, hingga mengatasi bau badan. Berkat sifat antiseptiknya. Sebaiknya sirih merah digunakan sebagai pelengkap. Bukan pengganti pengobatan medis. Apalagi untuk kondisi kronis. Seperti diabetes atau kanker.

Anda tertarik mencoba manfaat sirih merah di rumah? Anda bisa mulai dari hal sederhana. Seperti menanamnya di pot kecil atau mengolah daunnya menjadi air rebusan untuk berkumur. 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: