Melihat LimpahanI Nikmat Allah SWT
Melihat LimpahanI Nikmat Allah SWT-Ist-
Jama’ah Jum’at yang berbahagia.
Betapa luar biasanya pengorbanan para pejuang Kemerdekaan, sehingga kiita raih kemenangan yang sejati sehiingga kita merdeka dari penjajahan. Bukan Cuma sepuluh, dua pulh, tapi tak terhitung jumlahnya, demi meraih kemerdekaan.
Nah bagaimana carai kita mengisi kemerdekaan ini dengan cara kita dan dalam kondisi kiita saat ini. Paling tidak ada keiginan untuk menjaga, atau mengisi nilai kemerdekaan itu dengan berusaha untuk tidak menjadi orang yang menghilangkan niat luhur para pendiri bangsa ini. Paling tidak ketiika ada orang yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa, kita bencihi mereka. Apapun bentuknya.
Jama’ah Jum’at yang berbahagia.
Sekarang kalau kita kajii dengan kaca mata Islam dan orang beriman, rasanya tidak ada satupun diantara kita yang tidak merasakan Nikmat dari Allah SWT. Dari berbagai hal Adakah pihak yang lebih banyak berbuat baik kepada kita melebihi Sang Pencipta?. Kita berganti siang dan malam dalam kemewahan fasilitas dari Allah SWT. namun mengapa lidah kita begitu kaku untuk mengucapkan syukur? Lebih parah lagi,sering kali Allah memalingkan ratusan bahaya dari hidup kita setiap hari, dan kita bahkan tidak menyadarinya sama sekali. Malu rasanya jika kita membandingkan naluri moral manusia dengan seekor binatang. Mari kita sama-sama mendengarkan pesan Surat An-Nahl ayat 53. Allah Ta’ala berfirman: yang artinya : “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).”
Dan ayat berikutnya berbunyi yang artinya :“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya” (QS. Ibrahim: 34)
Jama’ah Jum’at yabg berbahagia.
Betapapun taatnya kita beribadah, seumur hidup tanpa henti, berada di masjid malam dan siang, semua itu tetap tidak akan pernah sanggup melunasi biaya atas satu saja nikmat yang Allah berikan. Mari kita berpikir, mengapa manusia begitu acuh terhadap nikmat? Kita mengira nikmat hanyalah uang yang masuk ke rekening atau jabatan yang naik. Padahal, kalau kita pikir-pikir, nikmat ada dua: pertama Nikmat yang kita rasakan dan kita sadar Nikmat yang sedang kita nikmati saat ini, kedua nikmat yang tidak kasaf mata, seperti udara, angin dan lainnya. Tapi kita sama sekali tida sadar dan selalu kita remehkan. Namun dari semua kalkulasi tersebut, nikmat terbesar yang sering kita sepelekan adalah nikmat Islam dan istiqamah. Di atas kesehatan dan materi, hidayah untuk tetap sujud, tetap beribadah dan memiliki rasa takut kepada Allah adalah nikmat terbaik yang Allah berikan.
Jama’ah Jum’at yang berbahagia
Paling tidak ada 5 pilar utama syukur yang baik untuk seorang mukmin miliki: Pertama Rasa tunduk (khudhu’) hatinya kepada Allah Sang Pemberi. Ke dua Cinta yang mendalam kepada-Nya atas segala kebaikan-Nya. Ke tiga Pengakuan jujur bahwa seluruh keberhasilan kita adalah fasilitas Allah, bukan murni karena kepintaran atau kecerdasan kita semata. Ke Empat Pujian yang tak henti melalui lisan. Ke Lima Tidak menggunakan nikmat tersebut untuk mendurhakai-Nya. Hati-hatilah dengan poin kelima ini. Menggunakan mata yang sehat untuk melihat yang haram, memakai harta untuk maksiat, atau menggunakan pengaruh jabatan untuk menindas adalah bentuk kufur kepada nikmat Allah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
