APBN Bengkulu 2025 Jadi Motor Pertumbuhan: Belanja Negara Melesat, Daya Beli Petani Menguat
APBN Bengkulu 2025 Jadi Motor Pertumbuhan: Belanja Negara Melesat, Daya Beli Petani Menguat.-Ist-
Tak hanya pertanian, perekonomian Bengkulu secara keseluruhan juga mencatat tren positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 4,99 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,24 persen, level terendah dalam lima tahun terakhir.
Belanja negara tercatat menembus Rp 10,52 triliun atau 71,19 persen dari total pagu, naik 37,93 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Aliran dana APBN ini sebagian besar mengalir ke pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pemberdayaan desa.
“Ketika belanja pemerintah terserap dengan cepat, efek gandanya langsung terasa. Tukang, sopir truk, pedagang bahan bangunan, semua ikut menikmati perputaran uang dari proyek pemerintah,” tutur Irfan.
Meski ada tekanan dari sisi penerimaan, terutama karena penyesuaian kebijakan administrasi pajak baru yang membuat pendapatan negara turun 25,02 persen, namun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru mencatat capaian impresif — mencapai 101,88 persen dari target tahunan.
Kenaikan PNBP ini ditopang oleh sektor perizinan, hasil kekayaan negara, serta optimalisasi layanan publik di tingkat kementerian dan lembaga di daerah.
“Artinya, mesin ekonomi Bengkulu tetap hidup. PNBP naik karena aktivitas ekonomi nyata masyarakat ikut meningkat,” tambah Irfan.
Dari sisi belanja, Dana Desa sudah tersalurkan 82,67 persen hingga akhir triwulan ketiga. Sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau lebih dari 199 ribu anak sekolah di seluruh kabupaten/kota. Program ini menjadi bukti nyata peran APBN dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Namun demikian, Irfan mengakui masih ada dua sektor yang perlu perhatian lebih, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas, yang realisasinya masih di bawah 40 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
