Duduk Bareng, Pemkot Bengkulu dan Juru Parkir Bahas Penataan Zona 6 Pasar Panorama

Duduk Bareng, Pemkot Bengkulu dan Juru Parkir Bahas Penataan Zona 6 Pasar Panorama

Duduk Bareng, Pemkot Bengkulu dan Juru Parkir Bahas Penataan Zona 6 Pasar Panorama-Riski/MC-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id - - ​Pemerintah Kota Bengkulu baru saja menggelar audiensi hangat bersama para juru parkir yang tergabung dalam Gerakan Peduli Perparkiran Bengkulu (GPPB).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD ini fokus membahas pengelolaan parkir di Zona 6, kawasan Pasar Panorama.

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Siapkan Rencana Pengisian dan Mutasi Kepala SD - SMP



 Langkah ini diambil sebagai bentuk komunikasi dua arah agar pengelolaan parkir ke depannya semakin tertata rapi dan mampu memberikan kontribusi positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, menekankan bahwa sektor parkir merupakan salah satu pilar penting bagi pembangunan kota. Ia menjelaskan bahwa jika pendapatan dari sektor ini naik, manfaatnya akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk fasilitas publik yang lebih baik.

Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil bertujuan untuk memperbaiki kinerja perparkiran tanpa membebani para pekerja di lapangan.

​"Sektor parkir adalah salah satu andalan PAD kita. Jika pendapatan naik, manfaatnya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. Seperti perbaikan jalan rusak, drainase, dan penataan kawasan wisata," ujar Medy.

​Selain soal pendapatan, pemerintah juga menepis kekhawatiran para juru parkir mengenai kebijakan yang dianggap memberatkan. Medy menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memutus rantai pengelolaan yang tidak efisien agar tidak ada pihak ketiga yang justru merugikan para juru parkir.

Dengan pengelolaan yang lebih ramping dan transparan, diharapkan para juru parkir di lapangan bisa bekerja dengan lebih tenang dan tidak merasa tertekan oleh sistem yang berbelit-belit.

​"Salah satu fokus kita adalah memangkas rantai 'juragan' parkir. Kita ingin agar pengelolaannya lebih efisien, tidak ada lagi tangan ketiga atau keempat, sehingga juru parkir di lapangan tidak tertekan," tambahnya.

​Sebagai penutup, Pemkot Bengkulu memastikan akan menelaah setiap masukan dan tuntutan tertulis yang disampaikan oleh para juru parkir dengan saksama. Ruang evaluasi tetap dibuka lebar jika terdapat kebijakan teknis yang dirasa perlu diperbaiki.

Melalui dialog yang santun ini, diharapkan muncul kesepakatan yang saling menguntungkan (win-win solution), memperkuat sistem tata kelola parkir yang transparan, dan menjadikan para juru parkir sebagai mitra pemerintah dalam memajukan Kota Bengkulu. 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait