Kejar Target Efisiensi APBD, Pemkot Bengkulu Siapkan Strategi Anggaran PPPK
Pj Sekda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah-dok/RBO-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id - - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu saat ini sedang berpacu dengan waktu untuk menyesuaikan postur anggaran daerah. Fokus utamanya adalah memenuhi amanat undang-undang yang mewajibkan porsi belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD pada tahun 2027 mendatang.
Di tengah penyusunan strategi efisiensi ini, Pemkot memberikan perhatian khusus pada kebijakan anggaran dari pemerintah pusat, terutama yang berkaitan dengan pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
BACA JUGA:Tingkatkan Kesiagaan Bencana, Pemkot Bengkulu Gandeng PVMBG Bahas Potensi Geologi
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, mengungkapkan bahwa meskipun daerah telah menyiapkan berbagai skema mandiri, dukungan dari pusat tetap menjadi variabel yang sangat krusial.
Pemkot Bengkulu sangat menantikan realisasi janji pemerintah pusat terkait penyesuaian beban anggaran pengangkatan PPPK. Selama ini, biaya tersebut memang menjadi tanggungan daerah yang cukup signifikan bagi keseimbangan fiskal.
"Kami masih menunggu angin segar dari pemerintah pusat terkait pembiayaan PPPK, sebagaimana yang sempat disampaikan Pak Mendagri dalam RDP bersama DPR RI beberapa waktu lalu," ujar Medy pada Rabu (6/5).
Menurut Medy, kejelasan dukungan anggaran ini sangat penting agar target rasio belanja pegawai tidak mengorbankan hak-hak ASN maupun kualitas pelayanan publik. Sambil menanti kebijakan pusat, Pemkot Bengkulu juga tidak tinggal diam dan terus mengkaji berbagai solusi internal.
Salah satu langkah yang menjadi fokus utama adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai jalan keluar untuk menyeimbangkan neraca keuangan.
"Salah satu fokusnya tentu genjot PAD melalui sumber-sumber baru dan mencegah kebocoran, agar pendapatan naik dan persentase belanja pegawai otomatis bisa ditekan," tambahnya.
Dengan kombinasi antara efisiensi internal, peningkatan pendapatan daerah, serta harapan akan dukungan anggaran dari pusat, Pemkot Bengkulu merasa optimis. Target rasio belanja pegawai yang ideal sesuai regulasi nasional diharapkan dapat tercapai tepat waktu.
Langkah-langkah strategis ini diambil demi memastikan roda pemerintahan tetap berjalan stabil tanpa mengurangi kesejahteraan pegawainya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
