Ketua DPD RI Sultan Memastikan Harga SAWIT kembali Normal, Petani Harap Tenang

Ketua DPD RI Sultan Memastikan Harga SAWIT kembali Normal, Petani Harap Tenang

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin bersama Megawati -Ist-

 

Radar Bengkulu online JAKARTA – Turunnya harga secara drastis Tandan Buah segar (TBS) sawit di berbagai provinsi pada minggu terakhir bulan lalu memberikan kekhawatiran dikalangan pelaku pertanian perkenan kelapa sawit akan kepastian harga kedepan. DPD berkoordinasi dengan Pemerintah meyakini penurunan harga ini hanya akan bersifat sementara dan akan Kembali normal dalam waktu dekat.

 

“Kemarin sudah ketemu lagi (wamentan RI.red) dan kita memahami apa yang terjadi dilapangan dan pak Sudaryono meyakinkan harga akan secara bertahap Kembali normal” ungkap ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin kepada media selasa (2/6) di Jakarta.

Sultan menambahkan sejak gejolak penurunan harga mulai terjadi didaerah pada pada akhir bulan lalu dirinya sudah menyampaikan keluhan para petani sawit langsung ke pihak Kementan dan Wamentan agar bisa secepatnya diambil kebijakan agar dampak ekonomi tidak semakin meluas. 

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Turun, Belasan Perusahaan di Mukomuko Sepakat Kembali Ikuti Ketetapan Harga Pemprov Bengkulu

Menurutnya lagi, Fluktuasi harga karena adanya perubahan kebijakan pemerintah sebenarnya hal yang wajar dalam ekonomi dan sifatnya sementara. “ ini semacam kaget saja, Jika semua aturan main teknis dari kebijakan ekport satu pintu itu sudah mantab pasar pasti akan menyesuaikan diri” kata Sultan 

 

“Kita minta petani agar tetap tenang dan DPD fokus untuk masalah ini agar putaran ekonomi dari petani sawit dapat tetap terjaga dan kita minta agar ada koordinasi yang kuat dari pihak kementrian pertanian dan pemerintah daerah dapat menenangkan kondisi dilapangan” tegas Sultan

 

Penurunan harga TBS sawit terjadi dibanyak provinsi dipulau sumatera, Kalimantan dan provinsi penghasil komoditi sawit. Hal ini diyakini sebagai efek kejut dari kebijakan ekspor satu pintu via BUMN berdampak terhadap petani kelapa sawit.

 

Diprovinsi Bengkulu misalnya Harga TBS kelapa sawit yang awalnya menyentuh Harga Rp 3.100 per kilogram, saat ini turun menjadi Rp 2.400 per kilogram pasca adanya kebijakan Presiden Prabowo yang mengharuskan ekspor CPO melalui PT. Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang mempunyai peran vital mengelolah dan mengatur aliran ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: