Ini Hasil Rekapitulasi, KH. Nurul Huda Djazuli Raih Suara Tertinggi di Muktamar NU
Penetapan hasil rekapitulasi AHWA yang diumumkan pada Ahad (30/8), KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso) berhasil meraih suara tertinggi dan memimpin daftar formatur yang akan bertugas memilih Rais 'Aam PBNU periode 2026-2031-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jombang - – Rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026 telah memasuki agenda puncak, yaitu penetapan 9 anggota Ahlul Halli Wal 'Aqdi (AHWA).
Seperti dikutip dari laman disway.id, berdasarkan hasil rekapitulasi yang diumumkan pada Ahad (30/8/2026), KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso) berhasil meraih suara tertinggi dan memimpin daftar formatur yang akan bertugas memilih Rais 'Aam PBNU periode 2026-2031.
BACA JUGA: Ada Demo, Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU Tertunda Lagi
Proses pemilihan AHWA yang berlangsung di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menyedot perhatian besar karena selain menentukan para kiai sepuh yang duduk dalam formatur, hasilnya juga menjadi penentu arah kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Mekanisme ini sejalan dengan keputusan Sidang Pleno yang mengubah sistem pemilihan Ketua Umum PBNU dari one man one vote menjadi melalui mekanisme AHWA.
Mekanisme dan Proses Tabulasi
Untuk informasi, AHWA adalah majelis yang beranggotakan ulama terpercaya yang memiliki kewenangan untuk memilih dan mengikat (melepas dan mengikat) kepemimpinan tertinggi di NU, yaitu Rais 'Aam. Penentuan 9 nama anggota AHWA dilakukan melalui tabulasi suara dari usulan para muktamirin yang berasal dari Pengurus Wilayah (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) di seluruh Indonesia.
Sedangkan penasihat Panitia Muktamar Muhammad Romahurmuziy (Gus Rommy), menjelaskan bahwa nama-nama calon telah disampaikan dalam amplop tertutup oleh seluruh utusan saat registrasi. Rekapitulasi suara dilakukan secara transparan dari 6 bilik/panel penghitungan yang tersedia di lokasi muktamar.
Daftar 9 Anggota AHWA Terpilih
Berdasarkan hasil tabulasi dari 4.703 total suara yang masuk, berikut adalah 9 ulama dengan perolehan suara terbanyak yang ditetapkan sebagai Anggota Ahlul Halli Wal 'Aqdi (AHWA) Muktamar Ke-35 NU:
1. KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso) – 485 Suara (10.31%)
2. TGK. KH. Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) – 477 Suara (10.14%)
3. AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA – 392 Suara (8.34%)
4. KH. Miftachul Akhyar – 350 Suara (7.44%)
5. KH. Afifuddin Muhajir – 339 Suara (7.21%)
6. KH. Anwar Iskandar – 326 Suara (6.93%)
7. KH. Anwar Manshur (Lirboyo) – 303 Suara (6.44%)
8. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj – 273 Suara (5.80%)
9. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA – 268 Suara (5.70%)
Kehadiran nama-nama seperti KH. Nurul Huda Djazuli dan KH. Miftachul Akhyar dalam daftar ini sesuai dengan prediksi Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang sebelumnya menilai kedua kiai sepuh ini akan kembali dipercaya mengemban amanat sebagai anggota AHWA, melanjutkan peran mereka pada Muktamar ke-34 di Lampung.
Sedangkan nama-nama lain seperti KH. Muhammad Wildan Salman (250 suara), KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (213 suara), dan KH. Ali Kholil (144 suara) masuk dalam daftar usulan dengan perolehan suara di bawah 9 besar.
Langkah Selanjutnya: Menentukan Rais 'Aam
Dengan telah ditetapkannya 9 anggota AHWA, proses selanjutnya adalah sidang tertutup yang akan digelar oleh para formatur. Sidang ini rencananya dilaksanakan di Ndalem Kasipuhan KH. Wahab Hasbullah untuk memusyawarahkan dan menetapkan Rais 'Aam PBNU yang baru.
Keputusan yang diambil oleh para ulama sepuh ini akan menjadi penentu sekaligus mengikat bagi seluruh kepengurusan Nahdlatul Ulama ke depan. Agenda ini menjadi momen penting bagi warga Nahdliyin dalam menentukan arah perjuangan organisasi di abad kedua Khittah NU.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
