Presiden Prabowo Akan Buka MTQ Nasional ke-31 di Semarang, 2.242 Peserta Bersaing Rebut Juara

 Presiden Prabowo Akan Buka  MTQ Nasional ke-31 di Semarang, 2.242 Peserta Bersaing Rebut Juara

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad (kanan) saat konferensi pers terkait Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  - — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026. Ajang tersebut akan diikuti 2.242 peserta yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Seperti dikutip dari laman disway.id, MTQ Nasional ke-31 dijadwalkan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Agama menyebut penyelenggaraan MTQ tidak sekadar menjadi arena perlombaan, tetapi juga bagian dari pengembangan talenta keagamaan yang berpotensi memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

BACA JUGA:Setelah Fit and Proper Test, DPR RI Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031



Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad, kemampuan yang lahir dari berbagai cabang MTQ merupakan potensi yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kita melihat bahwa MTQ dengan segala cabang lombanya dapat menjadi salah satu talenta yang perlu terus didorong, sehingga menjadi modal kapital sosial kita dalam konteks diplomasi keagamaan,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Kata dia, pelaksanaan MTQ secara berjenjang selama bertahun-tahun telah melahirkan talenta dalam berbagai bidang keagamaan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan sosial yang tidak hanya bermanfaat di dalam negeri, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

“Kita bisa menjadikan hasil-hasil MTQ ini sebagai salah satu talenta yang dapat kita sebarluaskan dan diseminasikan kepada masyarakat di seluruh dunia,” katanya.

Sedangkan MTQ Nasional ke-31 ini mempertandingkan delapan cabang musabaqah. Jumlah peserta di setiap cabang pun berbeda-beda sesuai dengan kategori yang diperlombakan.

Cabang Seni Baca Al Quran menjadi salah satu kategori dengan jumlah peserta terbesar, yakni 329 orang. Kemudian Qiraat Al Quran diikuti 184 peserta, Hafalan Al Quran 331 peserta, Tafsir Al-Quran 130 peserta, dan Fahmil Quran sebanyak 196 peserta.

Sedangkan untuk cabang Syarhil Quran diikuti 202 peserta, Seni Kaligrafi Al Quran sebanyak 315 peserta, serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al Quran (KTIQ) dengan 64 peserta.

Besarnya jumlah peserta menunjukkan cakupan MTQ Nasional yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menghafal Al Quran. Kompetisi juga mencakup kemampuan memahami kandungan Al Quran, menyampaikan pesan keagamaan, seni kaligrafi hingga menghasilkan karya tulis ilmiah.

Abu Rokhmad berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) terus melakukan inovasi dalam pembinaan peserta. Menurut dia, pengembangan tersebut penting agar talenta yang lahir dari MTQ dapat memiliki daya saing dan semakin dikenal di tingkat internasional.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan proses seleksi peserta melalui mekanisme administrasi dan verifikasi berlapis. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis Muhammad Hanafi mengatakan seluruh proses pendaftaran dan verifikasi dilakukan secara bertahap menggunakan sistem elektronik e-MTQ. 

Untuk pendaftaran peserta berlangsung pada 10-31 Juli 2026 dan melibatkan seluruh kafilah dari provinsi. Setelah pendaftaran, panitia melakukan verifikasi terhadap persyaratan administratif sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Tidak hanya memeriksa dokumen administrasi, data kependudukan peserta juga dipadankan secara elektronik dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data peserta benar dan valid sekaligus mencegah potensi pelanggaran yang berkaitan dengan identitas maupun domisili peserta.

Namun, bagi Kemenag, ukuran keberhasilan MTQ Nasional tidak berhenti pada aspek teknis perlombaan. Muchlis menekankan bahwa penyelenggaraan MTQ harus memberikan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Keberhasilan MTQ ini tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan dan kelancaran perlombaannya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kemampuan kita memperluas kecintaan masyarakat kepada Al Quran, dan juga upaya kita menghadirkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan,” kata Muchlis.

Untuk itu, MTQ Nasional ke-31 di Semarang diharapkan tidak hanya melahirkan para juara dari delapan cabang yang diperlombakan. Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas kecintaan masyarakat terhadap Al Quran sekaligus mendorong lahirnya talenta keagamaan yang dapat berkontribusi lebih luas.

Kemenag menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah, seluruh LPTQ provinsi, panitia pusat dan daerah, serta berbagai pihak yang terlibat dalam persiapan MTQ Nasional ke-31. Dengan seluruh tahapan persiapan dan verifikasi peserta yang telah dilakukan, pelaksanaan MTQ Nasional ke-31 selanjutnya akan memasuki agenda utama pada 11-20 September 2026 di Semarang. Perhatian publik akan tertuju pada jalannya kompetisi sekaligus sejauh mana MTQ mampu membawa nilai-nilai Al Quran lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: