Bukan Sekadar Serap Anggaran, KONI Bengkulu Fokus Cetak Prestasi dan Bidik 5 Emas di PON 2028

Bukan Sekadar Serap Anggaran, KONI Bengkulu Fokus Cetak Prestasi dan Bidik 5 Emas di PON 2028

Bukan Sekadar Serap Anggaran, KONI Bengkulu Fokus Cetak Prestasi dan Bidik 5 Emas di PON 2028-Ist-

RADAR BENGKULU— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu memilih menjawab berbagai sorotan terhadap pengelolaan anggaran dengan memperkuat pembinaan atlet jangka panjang dan mengejar prestasi olahraga.

Di bawah kepemimpinan Ketua KONI Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain, pembinaan atlet mulai diarahkan tidak lagi sekadar mengejar target pada setiap kejuaraan, tetapi membangun sistem pembinaan berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BACA JUGA:KONI Bengkulu Pangkas Beban Pengurus, Fokuskan Anggaran untuk Pembinaan Atlet dan Cabor

Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma, mengatakan program pembinaan atlet jangka panjang menjadi salah satu terobosan penting dalam kepengurusan saat ini. Menurutnya, Bengkulu memiliki banyak atlet potensial, namun selama ini belum seluruhnya mendapatkan pembinaan yang terprogram dan berkelanjutan.

“Bengkulu tidak kekurangan atlet bagus, tapi selama ini kurang bahkan tidak sama sekali mendapatkan pembinaan yang benar-benar terprogram,” ujar Dali.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian uang pembinaan. KONI juga menyiapkan program latihan, pemenuhan kebutuhan gizi, perlindungan sosial, monitoring perkembangan atlet, hingga penghargaan atas prestasi yang diraih.

Setiap atlet yang masuk dalam program pembinaan juga melalui proses pemetaan berdasarkan track record, prestasi, jam terbang, serta pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan.

“Jadi KONI Provinsi Bengkulu sudah memberikan pembinaan kepada atlet dan pelatih yang setiap hari dilatih dan dimonitoring. KONI terus memantau sejauh mana perkembangan atlet dan program-program apa saja yang harus segera disiapkan agar atlet benar-benar siap menghadapi PON,” jelas Dali.

Prestasi Mulai Dipanen

Menurut Dali, program pembinaan tersebut mulai menunjukkan hasil melalui sejumlah prestasi yang diraih atlet Bengkulu.

Pada awal Juli 2026, KONI mengirim atlet binaan dari cabang olahraga Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) mengikuti Kejuaraan VIP Boxing di Lampung. Hasilnya, atlet Bengkulu berhasil membawa pulang tiga medali emas.

Prestasi juga datang dari cabang olahraga lainnya. Taekwondo berhasil menyumbangkan medali, sementara angkat berat meraih satu medali perak dan dua perunggu. KONI juga mengirim atlet Perbakin untuk mengikuti kejuaraan dan masih menunggu hasil perjuangan para atlet.

“Alhamdulillah Cabor Pertina dapat tiga medali emas di kejuaraan di Lampung. Cabor lain juga dapat medali, dari taekwondo Alhamdulillah dapat medali juga. Dari angkat berat satu perak dan dua perunggu,” katanya.

Sebelumnya, pada akhir 2025, KONI Bengkulu mengirimkan atlet dari lima cabang olahraga untuk mengikuti PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah. Kontingen Bengkulu ketika itu berhasil membawa pulang lima medali perunggu.

Bagi KONI, torehan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kembali prestasi olahraga Bengkulu melalui pembinaan yang lebih terarah.

 Bidik Lima Emas, Tak Ingin Jadi Juru Kunci

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: