Kabar Ekonomi Bengkulu April 2026, Inflasi Terkendali di Tengah Dinamika Harga
Kabar Ekonomi Bengkulu April 2026, Inflasi Terkendali di Tengah Dinamika Harga-Riski/MC-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id - - ​Kondisi ekonomi di Provinsi Bengkulu pada April 2026 menunjukkan dinamika yang cukup menarik untuk disimak. Berdasarkan data terbaru, Bengkulu mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,35%, sementara inflasi tahunannya berada di angka 1,87%.
Secara keseluruhan, angka ini menunjukkan bahwa kondisi harga-harga di pasar masih dalam batas yang cukup terkendali, meski terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga.
BACA JUGA:Inilah Cara Pengajuan Hewan Kurban ke Baznas untuk Idul Adha 2026
​Penyumbang utama inflasi bulan ini datang dari kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran, dengan andil sebesar 0,14%. Menariknya, menu sate menjadi salah satu komoditas yang memberikan pengaruh cukup besar terhadap kenaikan harga di sektor ini.
Selain itu, tarif angkutan udara juga merangkak naik yang dipicu oleh tingginya harga avtur dunia serta berakhirnya masa diskon tiket setelah periode mudik Lebaran 2026.
​Di sisi lain, masyarakat bisa sedikit bernapas lega karena beberapa kebutuhan pokok justru mengalami penurunan harga atau deflasi. Harga daging ayam ras, cabai merah, dan emas perhiasan tercatat turun, yang membantu menyeimbangkan tekanan inflasi.
Peningkatan produksi dan pasokan komoditas hortikultura yang melimpah menjadi faktor utama yang membuat harga-harga di pasar tetap stabil dan terjangkau bagi kantong warga.
​Beralih ke sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Bengkulu pada April 2026 berada di level 201,99. Meskipun angka ini masih tergolong sangat baik (di atas 100), terdapat sedikit penurunan sebesar 0,96% dibandingkan bulan sebelumnya.
Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga sawit di tingkat petani karena melimpahnya produksi Tandan Buah Segar (TBS), serta penurunan harga kopi dan kakao yang mengikuti tren pasar global.
​Sementara itu, sektor perdagangan internasional Bengkulu sedang menghadapi tantangan dengan adanya penurunan nilai ekspor sekitar 82,29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh sektor pertambangan. Meski demikian, pemerintah dan pihak terkait terus memantau perkembangan ini agar sinergi antara pusat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
