Ada 5.000 Kuota, Badan Pengelola Dana Perkebunan Buka Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026
BPDP buka pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 mulai 3-20 Juni, tersedia 5.000 kuota untuk vokasi dan sarjana-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) buka pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit 2026 mulai tanggal 3-20 Juni 2026.
Seperti dikutip dari laman disway.id, Program Beasiswa SDM Sawit 2026 menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing, khususnya di sektor perkebunan sawit.
BACA JUGA:Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan Kembali Raih WTP, Pencapaian Luar Biasa
Untuk tahun ini BPBD meningkatkan jumlah kuota penerima beasiswa, dari sebelumnya 4.000 menjadi 5.000 penerima. Program tersebut juga didukung oleh 42 lembaga pendidikan mitra yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya peningkatan kuota, program ini diharapkan bisa menjadi penyelenggara beasiswa sawit terbesar sejak tahun 2016.
Di samping itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong komimen BPDP mencetak talenta unggul di sektor perkebunan Indonesia. Beasiswa SDM Sawit sendiri merupakan hasil kolaborasi antara BPDP, Kementerian Pertanian, dan Lembaga Pendidikan terpilih. Tak hanya berkontribusi pada perekonomian, industri sawit juga menjadi sumber pembiayaan bagi peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah menyampaikan peningkatan kuota beasiswa tahun ini bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. "Peningkatan ini merupakan komitmen kami untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda Indonesia dalam memperoleh pendidikan tinggi dan menyiapkan SDM unggul yang akan menjadi penggerak industri sawit di masa depan." ujarnya di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa, 2 Juni 2026.
Lebih lanjut dikatakannya, program ini bukti bahwa industri sawit memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan nasional, termasuk bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Di lain sisi, Direktur Politeknik CWE Nugroho Kristono menyampaikan sinergi antara dunia pendidikan dan industri merupakan faktor penting. Hal itu dilakukan guna menghadirkan lulusan yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan.
Sedangkan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek CWE) sendiri merupakan salah satu mitra perguruan tinggi program Beasiswa SDM Sawit 2026. Poltek CWE berkomitmen mencetak SDM perkebunan yang berkualitas dan berdaya saing.
"Program Beasiswa SDM Sawit menjadi instrumen penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, dan pemahaman yang kuat terhadap industri perkebunan modern" jelas Nugroho.
Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Dr. Iim Mucharam, menambahkan bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu fondasi utama keberlanjutan industri sawit nasional. Ia menambahkan bahwa sektor kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang membutuhkan dukungan SDM berkualitas.
"Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mencetak generasi profesional yang mampu meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia." jelasnya.
Beasiswa SDM Sawit 2026 Buka Kesempatan Kuliah Gratis di 42 Kampus Mitra
Beasiswa SDM Sawit 2026 dibuka untuk calon peserta yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang Diploma (Vokasi) dan Sarjana (S1) di 42 kampus mitra. Program ini dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya yang berasal dari keluarga pekebun, pekerja perkebunan, maupun masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor kelapa sawit.
Selain itu, beasiswa ini diharapkan dapat memperkuat regenerasi SDM perkebunan, meningkatkan kompetensi lulusan, mendukung pembangunan ekonomi di daerah sentra perkebunan, serta menjaga daya saing dan keberlanjutan industri sawit Indonesia di tingkat global.
Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 dapat dilakukan secara daring melalui website resmi sdmperkebunan.bpdp.or.id mulai tanggal 3-20 Juni 2025 dengan total 5.000 kuota.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
