Iran Tangguhkan Semua Komunikasi Diplomatik dengan AS

Iran Tangguhkan Semua Komunikasi Diplomatik dengan AS

Perang berlanjut! Iran tangguhkan semua komunikasi diplomasi dengan AS -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta - Kantor berita Iran, Tasnim melaporkan bahwa tim negosiasi Iran memutuskan untuk menghentikan total seluruh proses komunikasi serta pertukaran teks dengan Amerika Serikat (AS) di semua kanal diplomasi, termasuk melalui mediator, yakni Pakistan. 

Seperti dikutip dari laman harian disway.id, hal ini merespon rentetan kejadian yang melanda Timur Tengah selama beberapa hari terakhir. Pada 28 Mei kemarin, Iran dan AS terlibat kontak senjata di dekat Selat Hormuz. 

BACA JUGA:Teddy: Prabowo ke Luar Negeri Untuk Membangun Hubungan Dekat dengan Pemimpin Dunia

Menurut sejumlah laporan, Iran menyerang empat kapal AS yang hendak menyelinap masuk ke Selat Hormuz. Langkah Iran ini dibalas oleh AS dengan serangan udara ke pangkalan armada drone di dekat pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan yang sekaligus menjadi pusat kontrol serangan-serangan tak berawak Iran ke arah Selat Hormuz.

Sedangkan dua hari sebelumnya, kedua belah pihak juga terlibat saling serang. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan artileri roket milik AS meluncurkan sejumlah rudal jenis ATACMs dan PrSM (Precision Strike Missile) ke sejumlah target di Iran selatan. Puncaknya, pada Senin, 1 Juni 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan sejumlah serangan rudal ke sejumlah target. 

Untuk target-target ini, kata Departemen Hubungan Masyarakat IRGC, meliputi pangkalan udara yang menjadi asal muasal serangan AS ke sebuah menara telekomunikasi di Sirik, Provinsi Hormozgan, wilayah pesisir Iran yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.

Pasukan Dirgantara IRGC juga mengklaim bahwa target-target yang dibidik telah berhasil dihancurkan dalam serangan balasan tersebut.  Selain itu, Tasnim melaporkan bahwa langkah Iran untuk menghentikan proses negosiasi damai adalah karena "berlanjutnya aksi militer rezim Zionis di Lebanon". 

Sejak awal, penghentian agresi di Lebanon telah menjadi salah satu syarat mutlak dalam klausul gencatan senjata. Namun, Iran menilai gencatan senjata tersebut kini telah dilanggar oleh pihak musuh di semua lini pertempuran, termasuk di wilayah Lebanon.

"Para pejabat dan negosiator Iran kembali menegaskan tuntutan utama mereka, yaitu penghentian segera seluruh operasi agresif dan brutal yang dilakukan oleh tentara rezim Zionis di Gaza maupun Lebanon," tulis Tasnim mengutip pejabat terkait.  

Di samping  itu, Teheran juga menuntut penarikan mundur secara penuh seluruh pasukan rezim tersebut dari wilayah Lebanon yang diduduki. Pihak Iran menyatakan tidak akan ada pembicaraan diplomasi apa pun yang bakal digelar sampai tuntutan dari Iran dan Poros Perlawanan tersebut dipenuhi secara menyeluruh.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: