Sugiono Ungkap 4 Prioritas, Indonesia Incar Kursi DK PBB 2029–2030

Sugiono Ungkap 4 Prioritas, Indonesia Incar Kursi DK PBB 2029–2030

Menteri Luar Negeri RI Sugiono pidato dalam DK PBB New York -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta -- Menteri Luar Negeri RI Sugiono secara resmi meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029–2030 di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026).

Seperti dikutip dari laman disway.id, Indonesia mengusung tema “Membina Persatuan, Memajukan Perdamaian” dalam pencalonan tersebut. Tema itu mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjembatani perbedaan sekaligus memperkuat upaya mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional.

Acara peluncuran kampanye ini dihadiri Perdana Menteri Saint Lucia Philip J. Pierre, Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Wakil Menteri Luar Negeri Georgia Lasha Darsalia, serta lebih dari 130 perwakilan negara anggota PBB, termasuk Palestina.

Sebagai kandidat Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2029–2030, Indonesia membawa empat prioritas utama.
1. Mendorong kesiapan DK PBB dalam menghadapi lanskap keamanan internasional yang terus berubah. 
2. Memperkuat kesinambungan perdamaian melalui pencegahan dan mediasi hingga pemeliharaan serta pembangunan perdamaian.

3. Memperluas keterlibatan perempuan dan generasi muda sekaligus memperkuat kerja sama dengan organisasi regional dan subregional.

4. Mendorong DK PBB yang lebih efektif, transparan, dan inklusif.

“Dunia membutuhkan DK PBB yang mampu mendengar dan, yang lebih penting, mampu menghasilkan langkah-langkah nyata. Indonesia akan membawa pengalaman, komitmen terhadap dialog, dan kesiapan bekerja dengan semua pihak untuk mencari titik temu di tengah berbagai perbedaan,” tegas Sugiono.

Lebih lanjut Sugiono menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan internasional merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian dari landasan politik luar negeri bebas aktif.

Komitmen tersebut, kata dia, tercermin dari semangat Bandung, peran aktif Indonesia di ASEAN, serta kontribusi sebagai salah satu penyumbang personel terbesar bagi Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB.

Indonesia juga memiliki pengalaman sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB. Indonesia telah empat kali menduduki posisi tersebut, yakni pada periode 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2020. 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: