Bansi: Pesona Seruling Bambu yang Mengalunkan Jiwa Ranah Minang
Bansi: Pesona Seruling Bambu yang Mengalunkan Jiwa Ranah Minang-Poto ilustrasi-
Pembuatan Bansi membutuhkan ketelitian tinggi. Bambu yang dipilih haruslah yang sudah tua namun tipis agar resonansinya jernih. Proses pelubangannya pun tidak sembarangan; jarak antar lubang diukur berdasarkan proporsi tangan si pembuat atau pemainnya.
Ini mencerminkan filosofi Minangkabau tentang keselarasan. Alat musik harus selaras dengan pemainnya, dan pemain harus selaras dengan rasa yang ingin disampaikan kepada pendengar.
Bansi di Panggung Kontemporer
Saat ini, Bansi adalah instrumen Minang yang paling sering "merantau" ke genre musik lain. Banyak musisi jazz, pop, hingga world music menggunakan Bansi untuk memberikan sentuhan etnik yang eksotis. Fleksibilitas nadanya membuat Bansi menjadi duta budaya yang sangat efektif di panggung internasional.
Ia membuktikan bahwa alat musik tradisional yang sederhana tetap bisa bersaing dan terdengar relevan di telinga generasi milenial dan Gen Z.
Penutup
Mendengarkan alunan Bansi adalah cara terbaik untuk merasakan atmosfer Sumatera Barat. Ia adalah instrumen yang rendah hati—hanya sebilah bambu—namun mampu membicarakan kedalaman rasa manusia dengan cara yang paling elegan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
