Tuntut Kesejahteraan, Linmas Minta Audiensi dengan Bupati BS

Tuntut Kesejahteraan, Linmas Minta Audiensi dengan Bupati BS

Dijadwakan Selasa Ini Pertemuannya RBO, MANNA - Sejumlah perwakilan dari 21 Desa dan satu Kelurahan mendatangi Kantor Kecamatan Seginim. Kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan keluhan mengenai Linmas yang merasa kurang diperhatikan. Mereka meminta kesejahtraan terhadap pemerintah daerah.

Kepala Kecamatan Seginim, Mardalena Romli, S.Pd. M.Si mengungkapkan perwakilan linmas ini datang bukan untuk berdemo tapi meminta pihak Kecamatan memfasilitasi mereka bertemu dengan orang no satu di Bengkulu Selatan dalam hal ini Bupati Gusnan Mulyadi, SE.MM. "Dari pengakuan mereka, Linmas ini hanya mendapatkan gaji dari Pemerintah Desa paling besar Rp 150.000; bahkan ada yang dipotong untuk pajak. Sedangkan mereka merasa tugas yang dijalankan 1x24 jam untuk menjaga keamanan desa," jelas Mardalena di Kantor Camat, Sabtu(08/08).

Kalau di desa ada hajatanpun, Linmas harus bersedia melakukan penjagaan dan pengaturan lalu lintas kalau hajatannya dipinggir jalan. Tetapi semua itu dijalankan oleh Linmas dengan iklas dan setulus hati bahkan merekapun tidak mendapatkan apa - apa dari tuan rumah hanya mendapatkan makan dan minum.

Bahkan yang lebih miris lagi, Linmas yang ada di Kelurahan tidak mendapatkan gaji sama sekali. Maka dari mereka ingin sekali bertemu dengan bupati untuk menyampaikan secara langsung apa yang menjadi keluhannya.

Pihak Kecamatan siap melayani masyarakat dengan cara berkoordinasi kepada pihak Bupati, untuk pertemuannya akan dilakukan pada hari Selasa mendatang (11/08) di Aula Desa Dusun Tengah antara Bupati dan 90 orang linmas se Kecamatan Seginim. "Kalau Linmas tidak bekerja setiap hari, tetapi mereka stanbay selalu dalam pengamanan. Bahkan kalau bisa mereka meminta SK langsung yang dibuat oleh Bupati serta di Perbupkan agar kehidupan Linmas kedepannya bisa menjadi lebih baik," jelas Mardalena.

Perwakilan dari Linmas Kecamatan Seginim, Badrun mengutarakan maksudnya kalau mereka ingin sekali bertemu dengan bupati. "Kami akan puas jika bertemu dengan bupati, sebab masih ada tempat untuk mengadu, dan kami juga merasa bahwa pemerintah itu ada disaat kami butuhkan untuk memperhatikan apa yang terjadi dengan masyarakatnya," pungkas Badrun.(afa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: