Penyaluran DAK Nonfisik Bantuan Sekolah Realisasinya Lebih 96 Persen

Penyaluran DAK Nonfisik Bantuan Sekolah Realisasinya Lebih 96 Persen

Kepala KPPN Bengkulu, Ady Wijaya -Ronal-

 

 

BENGKULU, RADARBENGKULUONLINE.COM  - Kantor Pelayanan Pebendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu telah menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dengan realisasi sebesar Rp 263.155.770.882 dari pagu sebesar Rp 273.184.240.000. Itu dengan presentasi sebesar 96,33 persen diperuntukan sebanyak 241. 453 penerima. Data ini terhitung pada Senin (21/11) kemarin.

Dijelaskan Kepala KPPN Bengkulu Ady Wijaya didampingi Kasubag Umum KPPN Bengkulu Aldo Maulana , hingga saat ini untuk jumlah pagu Bos Reguler sebesar Rp 253.960.040.000 dikucurkan dengan tiga tahap.

"Sudah dikucurkan sebanyak tiga tahap. Pertama sebesar Rp 73.347. 389.000. Kemudian tahap kedua sebesar Rp 95.596 069.442 dan tahap ketiga Rp 244.108.561.882. Dengan presentasi sebesar 96,12 persen, ini dengan penerima siswa sebanyak 195.440 orang," ujarnya.

Menurut Ady, bantuan operasional sekolah reguler diperuntukan untuk umum. Seperti pembelian fasilitas menunjang sekolah hingga biaya tenaga honorer yang ada.

Untuk penyaluran BOS Kinerja sudah mencapai seratus persen. Ady mengatakan, BOS Kinerja adalah dana yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang dinilai berkinerja baik sebagai sekolah berprestasi dan sekolah yang ditetapkan sebagai pelaksana program sekolah penggerak.

Penyaluran dana BOS Kinerja ini menyasar pada dua jenis sekolah. Pertama adalah sekolah penggerak, dan yang kedua adalah sekolah berprestasi.

Capaian dana ini sebesar Rp 2.152.500.000, dengan penerima 5.256 penerima, bahkan sudah langsung disalurkan dengan satu tahap .

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Proyek Senilai Rp 25 Miliar Dilimpahkan ke Kejati Bengkulu

"Langsung sudah dibayar pada tahap satu, atau dihabiskan anggaran tersebut pada satu tahap. Bos kinerja ini, untuk sekolah bekinerja yang  baik," katanya.

Untuk penyaluran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) penyetaraan sama seperti Bos kinerja dengan capaian seratus persen dengan pagu anggaran sebesar Rp 5.372.900.000 dengan penerima 6.086. Namun disalurkan dengan dua tahap. Yakni tahap pertama sebesar Rp   2.814.950.000, dan tahap dua sebesar Rp 2.557.950.000.

"BOS Penyetaraan ini diperuntukan bagi Program Paket A, Paket B dan Paket C," tambah Ady.

BACA JUGA:Mantan Sekda Benteng dan PPTK Divonis 1 Tahun Penjara

Sedangkan untuk penyaluran BOP PAUD sudah mencapai 98,49 persen. Dengan pagu anggaran sebesar Rp 11.698.800.000.

"Dengan tahap pertama disalurkan sebesar Rp 6.393.186.000, tahap kedua sebesar Rp 5.128.623.000. Untuk realisasi sudah mencapai Rp 11.512.809.000 dengan jumlah sebanyak 34.671 penerima. Jadi, intinya Bos reguler dan PAUD belum mencapai seratus persen ini karena memang belum disalurkan. Mungkin pertama tidak memenuhi syarat penyaluran dana BOS. Karena syarat salur prosesnya dari Sekolah langsung ke Kemendikbud," sampai Ady. 

Sumber: