Buruh Beri Surat Cinta Untuk Bupati Mukomuko, Isinya Cukup Menohok

Buruh Beri Surat Cinta Untuk Bupati Mukomuko, Isinya Cukup Menohok

Ketua DPW FSPMI Provinsi Bengkulu, Roslan Efendi tengah membacakan surat cinta untuk Bupati dari atas mobil komando yang digunakan dalam aksi unjuk rasa memperingati May Day-Seno-

MUKOMUKO, RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Ratusan buruh dari sejumlah organisasi serikat buruh di Mukomuko menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional (1/5/2023) di halaman Kantor Bupati dan halaman Sekretariat DPRD Mukomuko. 

BACA JUGA:Alhamdulillah, 2 Siswa MAN IC Benteng Diterima di Kampus Luar Negeri

 

 

 

 

Pada kesempatan tersebut, buruh membuat surat cinta untuk Bupati Mukomuko, H. Sapuan. Surat cinta tersebut ditulis oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Bengkulu, Roslan Efendi. Surat tersebut dibacakan langsung oleh Roslan saat aksi depan Kantor Bupati Mukomuko. 

 

Berikut isi surat cinta untuk Bupati yang dikutip RADARBENGKULU.DISWAY.ID.

 

 

SURAT CINTA BUAT PAK BUPATI

by Roslan Efendi

Assalammualaikum Bapak Bupati,

Salam hormat kami, buruh Kabupaten yang bapak pimpin ini, tadi pagi, menyusuri liku jalan di bawah teriknya matahari, kini berdiri di hadapan, luas lapangan gedung megah & tinggi, Berniat menyapan bapak, dalam kata dan kalimat aspirasi. Barangkali bapak mau meneruskan kata hati kami. Berempati, bersimpati dengan nasib dan keluh kesah kami.

#-

Berjilid aksi yang telah kami lalui,

Titah bapak belum jua kami dapati.

Satu dua janji memang pernah bapak beri, tapi bak lipstik merah di bibir pramugari, manis sih! dioles pagi, sore hilang kembali.

#-

 

Pada May Day kali ini, kami sambangi lagi. Gedung mewah yang bersusun properti rapi. Untuk mengingatin kembali, andaikata bapak lupa lagi, bahwa buruh di kabupaten ini, ada haknya yang dikebiri. 

 

#Dari jaminan sosial, yang ogah mereka beri, Berserikatpun buruh masih dikekangi, Bahkan ada instansi yang sengaja mencurangi, PKB resmi, sepihak sah jadi PP yang berlaku kini. 

 

Hearing/ dengar pendapat telah pula kami tempuhi, sampai kini tak kunjung ada solusi. Padahal ada rekomendasi cabut, dari wakil kami. 

#-

 

Dilain sisi Pak Bupati,

 

Perpu dan Undang-Undang omnibus law telah dilahirkan lagi, undang-undang yang jelas-jelas menggerogoti kesejahteraan kami, aturan yang jelas memiskinkan masa depan kami. Cacat formil yang jadi rekomendasi, malah berlaku pasal dan isi, lagi-lagi kaum buruh dizolimi. 

#-

Hal ini di tangan dan lidah bapak Bupati, kami titip suara dan pesan nurani kami, sampaikan ini kepada pemimpin negeri dan wakil-wakil kami.

 

Barangkali bapak akan maju di Pilkada nanti atau di pemilu yang tinggal menghitung hari..?

 

Untuk diketahui, surat tersebut ditulis tangan oleh Roslan dan dibacakan saat aksi unjuk rasa pada peringatan hari May Day.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: