Kisah Masa Kecil Fatmawati Anak Tokoh Muhammadiyah di Bengkulu

Kisah Masa Kecil Fatmawati Anak Tokoh Muhammadiyah di Bengkulu

Kisah Fatmawati Soekarno saat masih kecil di Bengkulu-Ist-

RADAR BENGKULU - Kisah sejarah masa kecil Fatmawati anak seorang tokoh Muhammadiyah di BENGKULU. Kisah ini diambil dari arsip yang pernah di muat di RADAR BENGKULU Online. Kisah ini hasil karya jurnalis senior Azmaliar Zaros yang berhasil mengumpulkan data Fatmawati sejak baru lahir hingga beranjak dewasa. Redaksi hanya merangkai satu persatu sejarah kecil dari kehidupan Fatmawati saat masih kecil. 

 

Untuk mengetahui   tentang Fatmawati tersebut, penulis memang sulit mendapatkannya. Pasalnya, temannya waktu kecil dulu tidak ada lagi. Beruntung, penulis dapat mengorek informasi dari tokoh masyarakat Penurunan, Kota Bengkulu H. Muhidin Yusuf tentang Fatmawati ini. Kemudian, dilengkapi dengan pengakuan Fatmawati dalam Buku Biografi Fatmawati, Catatan Kecil Bersama Bung Karno yang dicetak Penerbit Sinar Harapan Jakarta tahun 1983. 

Menurut sumber-sumber itu,  Fatmawati ini  lahir tanggal 5 Februari 1923. Yaitu hari Senin jam 12.00 WIB.  Menurut buku biografi Fatmawati yang didapat dari Agus Setiyanto, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Bengkulu yang juga dosen Unib itu, Ia adalah anak pertama dalam keluarga Hassan Din-Siti Chadijah. Ia biasa dipanggil dengan nama Ma oleh keluarga. Bukan Fat. Namun Soekarno memanggilnya dengan sebutan Fat.

 

Cerita ibunya, waktu Fatmawati akan lahir,  penderitaannya amat berat. Ibunya itu menanggung sakit yang tiada kepalang. Ibunya sampai menjerit-jerit untuk mengatasi rasa sakit dan berteriak ‘’Aku tak mau punya anak lagi.’’

 

Berkat pertolongan seorang dukun beranak yang tinggal dekat rumahnya, selamatlah dia dalam melahirkan Fatmawati. Hatinya plong sekali begitu anaknya itu lahir dengan selamat ke dunia ini.

 

Orangtuanya sudah menyediakan dua nama sebelum dia lahir. Pertama, Fatmawati yang artinya bunga teratai (lotus). Yang kedua, Siti Jubaidah. Yaitu salah seorang nama istri nabi Muhammad SAW.

 

Kemudian, untuk menentukan nama mana yang akan diambil, dia melakukannya dengan cara mengundi. Kedua nama itu dia tulis pada dua potongan kertas, lalu digulung.

 

Kemudian diundi. Ternyata hasilnya jatuh pada kertas bertuliskan Fatmawati. Itulah nama yang dipakai sampai akhir hidupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radar bengkulu