Sifat-Sifat Ibadurrahman

Sifat-Sifat Ibadurrahman

Dr. Nur Hidayat, M.Ag-Adam-radarbengkulu

 

Sikap seperti ini memang sangat sulit diterapkan kecuali bagi orang-orang tertentu yang benar-benar baik. Karena, sejatinya manusia sering mengedepankan egonya. Oleh karena itu, Allah SWT menempatkan rendah hati sebagai kriteria pertama yang harus dimiliki untuk menjadi ibadurrahman.

 

2. Pemaaf Dan Lemah Lembut

Menurut  tafsir  Ibnu  Katsir  kata  ‘Ibadurrahman  memiliki  karakterisitik  hamba-hamba Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam firman Allah yang artinya, “Dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salam,".

Maksud  dari  ayat  tersebut  yaitu jika orang-orang  bodoh  mencaci-maki  dengan perkataan yang kotor, maka orang-orang beriman tidak membalasnya dengan perkataan kotor pula, melainkan mereka akan memafkan dan tidak mengucapkan apapun kecuali kebaikan.

 

Sebagaimana sikap Rasullullah terhadap orang bodoh yang mencacinya, beliau tidak membalas hal itu, melainkan memaafkannya. 

Dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan orang akan membalas cacian dengan caci maki pula. Ia tidak dapat menahan diri dan emosi, sehingga keluar kata-kata kotor dari mulutnya.

 

Oleh karena itu, Allah SWT menetapkan bahwa karakteristik ibadurrahman adalah harus mampu menahan diri dari ucapan-ucapan kotor meskipun dirinya dicaci maki orang lain. 

3. Menghidupkan Qiyamulail

Kriteria ketiga untuk menjadi ibadurrahman adalah menghidupkan qiyamullail sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :  “Dan  orang-orang  yang  menghabiskan  waktu  malam untuk  beribadah  kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri."

Qiyamullail adalah bangun untuk melaksanakan salat pada malam hari. Yang dimaksud dalam hal ini tentu saja salat-salat sunnah seperti tahajud dan salat sunah lainnya. Qiyamullail sangat besar keutamaannya. Bahkan merupakan hal yang wajib bagi rasulullah SAW. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radarbengkulu