Video Pernyataan Gubernur Helmi Hasan Soal BBM di Bengkulu Viral Lagi

Video Pernyataan Gubernur Helmi Hasan Soal BBM di Bengkulu Viral Lagi

video pernyataan Gubernur Helmi Hasan yang pernah menyebut akan menghapus antrean BBM di bengkulu dalam 100 hari kerja viral-Ist-

 

RADAR BENGKULU – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menghantam Bengkulu dalam beberapa hari terakhir berbuntut panjang. Tak hanya membuat warga kesulitan beraktivitas, antrean mengular di SPBU kini berubah menjadi sorotan publik terhadap video pernyataan Gubernur Helmi Hasan yang pernah menyebut akan menghapus antrean BBM di bengkulu dalam 100 hari kerja viral.

Janji itu kini dipertanyakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu. Melalui Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP), Faris Alatas, HMI menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap lambannya respon Pemerintah Provinsi dalam menyikapi krisis BBM yang melumpuhkan banyak sektor.

“Yang disampaikan Pak Gubernur didalam video hanya pernyataan normatif. Seolah melempar tanggung jawab ke pihak lain. Masyarakat dijanjikan solusi, tapi yang diberikan hanya kata-kata,” ujar Faris dengan nada kritis, Sabtu (25/5).

Menurut Faris, sebagai kepala daerah, Helmi Hasan semestinya hadir dengan kebijakan konkrit, bukan hanya imbauan dan doa. Ia menilai, krisis BBM saat ini tidak terjadi tiba-tiba. Gangguan distribusi akibat kendala jalur laut seharusnya sudah bisa diprediksi sejak lama.

“Kalau tahu distribusi hanya mengandalkan jalur laut, ya semestinya ada skenario darurat,” kritiknya.

BACA JUGA:BBM Langka di Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu Surati Menteri BUMN Erick Thohir dan Direksi Pertamina

Lebih jauh Faris menyebut, program-program populis seperti Bantu Rakyat hanya menjadi ironi di tengah kelangkaan BBM yang membuat rakyat menderita.

 

 “Ketika rakyat menjerit karena antre BBM berjam-jam, pemerintah malah minta pengertian. Padahal ini tanggung jawab mereka. Pemimpin seharusnya hadir dengan solusi, bukan menenangkan dengan kalimat-kalimat klise,” tegasnya.

 

 

Di lapangan, dampak krisis BBM sudah terasa luas. Aktivitas ekonomi warga tersendat, sopir truk dan angkutan umum terpaksa mengantre hingga subuh hanya untuk mendapatkan solar atau Pertalite.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: