Walikota Komitmen Lindungi Warga: Developer Wajib Sediakan Jalan Layak dan Drainase Sebelum Bangun Perumahan
Developer Wajib Sediakan Jalan Layak dan Drainase Sebelum Bangun Perumahan-Dok RBO-
RADAR BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam melindungi kepentingan masyarakat, khususnya warga yang akan menghuni kawasan perumahan baru. Hal ini ditegaskan langsung oleh Walikota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, saat memimpin rapat bersama Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bengkulu, Samsu Ichwan, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perizinan pembangunan perumahan.
Rapat yang digelar tersebut juga dihadiri oleh para developer yang tengah maupun akan mengurus perizinan pembangunan perumahan di wilayah Kota Bengkulu. Dalam suasana dialog terbuka, Walikota menyampaikan bahwa Pemkot kini menerapkan kebijakan yang lebih tegas dan berpihak pada masyarakat, terutama calon penghuni rumah.
BACA JUGA:Kota Bengkulu Fokus Penguatan Infrastruktur, Estetika Kota dan Kepedulian Sosial
Menurut Dedy Wahyudi, setiap developer yang ingin membangun perumahan wajib memenuhi standar fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum). Persyaratan ini bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari banyaknya keluhan masyarakat yang selama ini tinggal di kawasan perumahan dengan infrastruktur yang belum memadai.
“Pemkot tidak ingin lagi mendengar keluhan warga soal jalan becek, akses yang sempit, atau banjir akibat drainase yang buruk. Karena itu, sebelum izin diberikan, developer harus benar-benar siap,” tegas Dedy.
Ia menjelaskan, salah satu syarat utama adalah kondisi jalan lingkungan perumahan yang harus memiliki lebar memadai sehingga dapat dilalui minimal dua mobil. Selain itu, jalan tersebut juga sudah harus dalam kondisi dilatpen atau diperkeras, bukan sekadar jalan tanah yang rawan rusak saat musim hujan.
Tak hanya itu, Walikota juga menekankan pentingnya sistem drainase yang baik dan berfungsi optimal. Drainase menjadi perhatian serius karena selama ini banyak kawasan perumahan baru yang justru menjadi langganan banjir, akibat perencanaan yang tidak matang.
“Kenapa ini menjadi syarat? Karena kita belajar dari pengalaman. Banyak warga yang sudah membeli rumah, tapi akhirnya hidup tidak nyaman. Jalannya becek, air tergenang, bahkan banjir. Ini yang tidak boleh terulang,” ujar Dedy dengan nada prihatin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
