Jus Jambu Biji vs Air Kelapa: Mana yang Lebih Ampuh untuk Pasien DBD?
Jus Jambu Biji vs Air Kelapa: Mana yang Lebih Ampuh untuk Pasien DBD?-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU - Saat seseorang terdiagnosis DBD, kekhawatiran terbesar biasanya adalah penurunan kadar trombosit. Banyak mitos beredar mengenai makanan "ajaib" penyembuh DBD. Mari kita bedah faktanya secara medis.
1. Jus Jambu Biji (Merah)
Penelitian menunjukkan jambu biji kaya akan Vitamin C dan senyawa quercetin. Zat ini membantu menghambat replikasi virus dan merangsang pembentukan trombosit di sumsum tulang. Namun, jus ini bukan "obat pemusnah virus", melainkan pendukung sistem imun.
BACA JUGA:Bukan Sekadar 3M: Strategi Lapis Berlapis Hadapi Musim DBD
2. Air Kelapa
DBD menyebabkan kebocoran plasma yang membuat pasien berisiko dehidrasi berat. Air kelapa mengandung elektrolit alami yang sangat mirip dengan cairan tubuh, menjadikannya pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi pasien dibandingkan air putih biasa.
3. Ekstrak Daun Pepaya
Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya secara signifikan dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam waktu singkat. Meski rasanya pahit, khasiatnya sudah mulai diakui secara luas di dunia medis.
Kesimpulan:
Tidak ada satu bahan makanan pun yang secara instan menghentikan DBD. Kuncinya adalah hidrasi yang agresif dan nutrisi yang mendukung daya tahan tubuh untuk melawan virus tersebut secara mandiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
