Kuliner Hyper-Local: Ketika Bahan Liar Masuk Restoran Bintang Lima

Kuliner Hyper-Local: Ketika Bahan Liar Masuk Restoran Bintang Lima

Kuliner Hyper-Local: Ketika Bahan Liar Masuk Restoran Bintang Lima-Ist-

 

RADAR BENGKULU - Tren kuliner global tahun ini sedang berfokus pada "The Foraging Movement", sebuah konsep di mana bahan-bahan liar yang tumbuh di sekitar lingkungan restoran menjadi bintang utama dalam piring saji.

Jika dulu bahan impor dianggap elite, sekarang tanaman liar seperti daun pegagan, jamur hutan spesifik, hingga bunga-bunga liar lokal menjadi incaran para pencinta kuliner. Para koki ternama mulai bereksperimen dengan rasa-rasa yang dianggap "terlupakan" oleh lidah modern namun kaya akan nutrisi dan sejarah.

BACA JUGA:Wisata Hening: Destinasi Tanpa Sinyal Jadi Incaran Baru

Kehadiran tren ini sangat didorong oleh kesadaran akan ketahanan pangan dan jejak karbon. Dengan menggunakan bahan yang ada di radius beberapa kilometer dari dapur, restoran dapat menjamin kesegaran maksimal sekaligus mendukung ekosistem lokal. Video eksperimen rasa menggunakan bahan-bahan unik ini sering kali masuk dalam jajaran trending, memicu rasa penasaran audiens untuk mencoba rasa pahit, sepat, atau asam yang autentik dari alam liar tanpa sentuhan rekayasa genetik.

Dampaknya, edukasi mengenai botani dan tanaman pangan lokal kini kembali diminati oleh masyarakat urban. Orang-orang mulai menanam sendiri tanaman pangan di lahan sempit atau aktif mengikuti tur "berburu makanan" di pinggiran kota. Tren kuliner hyper-local ini bukan sekadar soal rasa, tapi merupakan pernyataan politik dan lingkungan bahwa kekayaan pangan sebenarnya ada tepat di bawah kaki kita, menunggu untuk ditemukan kembali dan dirayakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: