Nisfu Sya’ban

Nisfu Sya’ban

Sururi, S. Th. I., M.H.I.-a-Radar Bengkulu

radarbengkuluonline.id -- Para pembaca  yang dimuliakan Allah Swt, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat  lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Nisfu Sya’ban.

 

Materi ini ditulis oleh Ustadz Sururi, S. Th. I., M.H.I. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Besar Jami' Babussalam, Jalan P.Natadirja KM.8 Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.


Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.




اَنْحًَِذُ هللِ، اَنْحًَِذُ هللِ انَّذٔيِ جَعَمَ انْبٔسِهَبوَ طَزَِِمًب سَىَِ٘ب، وَوَعَذَ نٔهًُْتًََسِّكٍَُِٔ ثِّٔ وَََُِهَىٌَِ 
انْفَسَبدَ يَكَبَّب عَهُٔ٘ب. اَشِهَذُ ؤٌَْ الَ أنََّ أالَّ اهللُ وَحِذَُِ نَبشَزَِِكَ نَُّ، شَهَبدَحَ يٍَِ ُْىَ خَُِزْ يٖمَبيّب 
وَؤَحِسٍَُ ََذَٔ٘ب. وَؤَشِهَذُ ؤٌََّ سَُِّذَََب حمًَٖذّا عَجِذُُِ وَرَسُىِنُُّ انًُْتٖصٔفُ ثِبنًَْكَبرِوِ كٔجَبرّا وَصَجُِ٘ب. 
اَنهَّهُىٖ فَصَمِّ وَسَهّٔىِ عَهًَ سَُِّذََٔب يُحًَٖذٕ كَبٌَ صَبدٔقَ انْىَعِذٔ وَكَبٌَ رَسُىِالً ََجُِ٘ب، وَعَهًَ آنّٔٔ 
وَصَحِجِّٔ انَّذٍََِٔ َُحِسُُِىٌَِ إِسِالَيَهُىِ وَنَىِ ََفْعَهُىِا شَُِئًب فَزَِ٘ب، ؤَيٖب ثَعِذُ . فََُب ؤََٗهَب انْحَبضٔزُوٌَِ 
رَحًَٔكُىُ اهللُ، اُوِصٍُُِِِٔ ََفْسًِِ وَإَِٖبكُىِ ثِتَمْىَي اهللِ، فَمَذِ فَبسَ انًُْتٖمُىٌَِ. لَبلَ اهللُ تَعَبنًَ : ثِسِىِ 
اهللِ انزٖحًٍَِِ انزٖحُِٔىِ، ََب اََٗهَب انَّذٍََِٔ آيَُُىِا اتٖمُىِا اهللَ حَكٖ تُمَبتّٔٔ وَالَ تًَُىِتٍُٖ إِالَّ وَاََِتُىِ يُسِهًُٔىٌَِ. 
وَلَبلَ اََِضّب: ََأ ؤََٗهَب انَّذٍََٔ ءَايَُُىا ارِكَعُىا وَاسِجُذُوا وَاعِجُذُوا رَثٖكُىِ وَافْعَهُىا انْخَُِزَ نَعَهَّكُىِ 
تُفْهٔحُىٌَ

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang diridhai Allah SWT


Pertama, persiapan ruhiyah

Yaitu mempersiapkan ruang batin  kita, hati dan jiwa kita dengan berusaha membersihkannya dari  debu-debu maksiat dan dosa. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalm  kitab al-Ghuniyah menganjurkan agar umat Islam menyambut bulan  Ramadhan dengan menyucikan diri dari dosa dan bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah lampau. 


Imbauan Syekh Abdul Qadir ini amat relevan. Sebab, jika hendak bertemu kawan saja seseorang merasa perlu untuk tampil bersih dan berdandan rapi, apalagi bila yang dijumpai ini adalah hari-hari yang penuh keistimewaan sebulan penuh.

عٍَ ؤَثٍِ ُْزََِزَحَ عٍَ انُٖجٍِِّ صَهًَّ انهَُّّ عَهَُِّٔ وَسَهَّىَ لَبلَ نَىِ ؤَخِطَإْتُىِ حَتًٖ تَجِهُغَ انسًَٖبءَ ثُىٖ تُجِتُىِ نَتَبةَ 
عَهَُِكُىِ وصحُح سٍُ اثٍ يبجخ

Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad saw, ia  bersabda, „Andai kalian keliru hingga mencapai langit, lalu kalian bertaubat, niscaya ia akan menerima tobat kalian,‟” (HR Ibnu Majah).


Kedua, persiapan fikriyah ilmiyah.

Yakni mempersiapkan diri kita  dengan mempelajari dan memahami ilmu tentang Ramadhan. Ada  banyak hal yang harus kita ketahui tentang Ramadhan, mulai dari  perkara yang hukumnya memang wajib untuk dilakukan, sunnah,  makruh hingga haram. Maka dalam hal ini tepatlah apa yang  dilakukan oleh Imam Al-Bukhari ketika menulis bab khusus dalam  kitab shahih beliau dengan judul, Al-„Ilmu Qablal Qaul wal „Amal (Ilmu dahulu sebelum perkataan dan perbuatan). Kita  mengharapkan semua ibadah kita di bulan ramadhan lebih berkualitas dan diterima Allah berkat ilmu. Sebab tidak banyak  orang melakukan ibadah ternyata sia-sia sebagaimana Firman Allah 
:
وَلَذٔيَُِب إِنًَ يَب عًَٔهُىا ئٍِ عًََمٍ فَجَعَهَُْبُِ َْجَبءً يَُِثُىرّا

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami 
jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [Al Furqan:23].

كَىِ ئٍِ صَبئٔىٍ نَُِسَ نَُّ ئٍِ صَُٔبئّٔ إِنَّب انْجُىعُ وَانْعَطَشُ

Artinya: "Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak  mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan 
dahaga."


Ketiga, persiapan jasadiyah

Yakni mempersiapkan fisik dan  stamina kita agar dapat beraktivitas maksimal dan bersemangat  selama Ramadhan. Karena aktivitas Ramadhan membutuhkan  kekuatan fisik yang prima. Dengan fisik dan stamina yang kuat,  maka hal itu akan semakin memudahkan dan meringankan kita  mengisi dan menghiasi hari-hari di bulan Ramadhan dengan  berbagai macam amaliyah Ramadhan baik yang wajib maupun 
sunnahnya. 


Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

انًُْؤِئٍُ انْمَىٌِٗ، خَُِزْ وَؤَحَتٗ إِنًَ اهللِ ئٍَ انًُْؤِئٍِ انضٖعُٔفٔ

“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta „ala daripada orang mukmin yang lemah. Yang dimaksud dengan kuat dalam hadis tersebut mencakup  kuatnya fisik selain kuatnya mental. Karena kekuatan fisik akan  menopang kekuatan kita dalam beribadah kepada Allah. Semakin  kuat dan prima fisik kita semakin kuat pula dan bersemangat kita beribadah. Sebaliknya, saat fisik kita lemah aktivitas ibadah pun  turut melemah.


Keempat, persiapan maaliyah

Maal artinya harta. Persiapan maaliyah berarti mempersiapkan  harta kita. Maksudnya adalah mempersiapkan harta kita yang  bertujuan nantinya menunjang aktivitas Ramadhan seperti zakat,  infaq, dan sadaqah dalam berbagai variannya semisal menyediakan  buka puasa untuk orang yang berpuasa, menyantuni fakir dan  miskin, anak yatim, dan aktivitas sosial lainnya yang membutuhkan  dukungan dalam bentuk maal (harta). 


Aktivitas seperti ini, yakni  mengeluarkan harta, ternyata juga menjadi pokok perhatian yang  serius dari Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di bulan Ramadhan. Terekam dalam  riwayat Imam Bukhari disebutkan:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: