Amaliyah Bulan Sya’ban

Amaliyah Bulan Sya’ban

H.Imron Rosadi, S.Ag-Adam-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id -- Para pembaca  rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat  lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya,  Amaliyah Bulan Sya’ban.

 

Materi ini ditulis oleh Ustadz H.Imron Rosadi, S.Ag. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid  Besar Al-Amin, Jalan RE Martadinata Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.


Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.




Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan kita sebagai hamba yang tergolong mendapatkan hidayah Iman dan Islam, dan alhamdulillah  siang hari ini, hati kita tergerak untuk mendatangi masjid ini dalam rangka  mendirikan shalat Jumat berjamaah. 


Shalawat dan salam semoga selalu senantiasa dilimpahkan kepada Nabiyina wa  Habibina wa Maulana Muhammad SAW . dengan selalu mengucapkan kalimah shalawat. Mudah-mudahan kita dapatkan syafaat dari Rasulullah SAW fi yaumil qiyaamah.


Wasiat taqwa untuk jamaah shalat jumat dan termasuk diri khotib, mari kita berusaha meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. Adapun caranya adalah : mari kita laksanakan perintah-perintah Allah dan mari kita mencegah diri kita dari larangan-larangan Allah, mudahan-mudahan kita termasuk hamba-hamba Allah yang muttaqin.  Aamiin 

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat rahimakumullah 
Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan amal kebaikan di bulan Sya’ban, agar kita dapat keberkahan  bulan sya’ban. Adapun cara adalah :

1. Banyak berpuasa 
Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan kepada kita tentang pentingnya bulan  Sya’ban ini, yang banyak orang melupakannya atau tidak memperhatikannya.

Dalam sebuah hadits disebutkan yang artinya: “Dari Usâmah bin Zaid ra. ia berkata: aku bertanya: Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau (memperbanyak) 
berpuasa pada suatu bulan pun sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban ? 
Beliau menjawab: (Sya’ban) itu adalah bulan di mana manusia melupakannya (tidak memperhatikannya), antara Rajab dan Ramadhan, padahal ia adalah bulan di mana diangkat dan dilaporkanlah semua amal perbuatan manusia kepada Tuhan semesta alam. Oleh karena itulah aku senang amalku akan dilaporkan ketika aku sedang berpuasa.” (HR. al-Nasâ’î) 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Hadits di atas menunjukkan kepada kita mengenai kemuliaan bulan Sya’ban. Ini tampak dari begitu perhatian Rasulullah memuliakannya dengan memperbanyak berpuasa Sya’ban. Sya’ban yang letaknya di antara bulan Rajab dan Ramadhan, justru banyak orang melupakannya atau tidak memberikan perhatian kepadanya. 


Padahal ia adalah bulan di mana demua amal perbuatan manusia diangkat dan dilaporkan kepada Tuhan semesta alam. Begitu menyenangkan bila saat amal kita diangkat dan dilaporkan ke hadirat Allah SWT, sedang kita dalam keadaan berpuasa, melakukan amal kebaikan. 


Hadits di atas pun menunjukkan kesunahan untuk menghidupkan waktu-waktu di mana banyak manusia terlena, dengan melakukan puasa baik puasa sunnah terlebih yang masih punya utang puasa. 

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

2. Bertaubat
Di era media sosial saat ini, kita juga harus bisa menahan diri dari membuat status ataupun mengunggah dan membagikan postingan yang berisi caci maki, hoaks, fitnah  ataupun ujaran kebencian.

Karena, itu merupakan perbuatan keji dan maksiat yang wajib dihindarkan. Di era medsos ini kita harus bertaubat, dengan menghentikan dan menjauhkan diri kita dari segala bentuk kemaksiatan dalam menggunakan smartphone dan medsos, dari segala keburukan dan kezaliman, terutama yang berkaitan dengan orang lain.

Sebab kezaliman kita terhadap orang lain, bisa menjadikan amal kebaikan dan amal shalih kita hangus, habis dan justru menjadikan kita orang yang muflis (bangkrut).

Hadirin yang dimuliakan Allah
3. Banyak zikir dan doa
Untuk mendapatkan keberkahan di bulan Sya’ban, sebagaimana telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa sejak kita masuk bulan Rajab agar kita berdoa memohon keberkahan di Bulan Rajab, bulan Sya’ban dan bulan Ramadhan.

Doa dimaksud adalah doa yang tersebut dalam riwayat Imam Ahmad yang artinya: “Wahai Allah, berikanlah kepada kami keberkahan di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan berikanlah kepada kami keberkahan di bulan Ramadhan.”


Dengan demikian, cara kita meningkatkan kualitas kebajikan di bulan Sya’ban, di antaranya dengan memperbanyak berpuasa, bertaubat dan memperbanyak zikir serta doa. 


Cara ini merupakan upaya kita untuk meraih keberkahan hidup. Yakni, bertambahnya kebaikan-kebaikan, kemanfaatan-kemanfaatan dan kemaslahatankemaslahatan bagi kita. 


Semoga kita mendapatkan keberkahan di bulan Sya’ban ini dan bulan Ramadhan 
yang akan datang. Semoga kita dan bangsa Indonesia dihindarkan dari segala malapetaka atau musibah-musibah. Amîn yâ Robbal Aalamiin.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: