Ancaman Cyber Pandemic: Memperkuat Pertahanan di Ruang Digital

Ancaman Cyber Pandemic: Memperkuat Pertahanan di Ruang Digital

Ancaman Cyber Pandemic: Memperkuat Pertahanan di Ruang Digital-Poto ilustrasi-

 

RADAR BENGKULU - Di balik kemudahan konektivitas yang kita nikmati, terdapat ancaman siber yang semakin canggih dan terorganisir. Serangan ransomware dan pencurian identitas kini menggunakan teknik deepfake yang sulit dibedakan oleh mata telanjang, menjadikan keamanan siber bukan lagi urusan divisi IT semata, melainkan tanggung jawab setiap individu.

Membangun benteng digital yang kokoh memerlukan pendekatan berlapis, mulai dari penggunaan autentikasi multi-faktor hingga kesadaran akan pentingnya menjaga data pribadi. Pendidikan mengenai literasi digital menjadi krusial agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam skema penipuan berbasis rekayasa sosial (social engineering).

BACA JUGA:Green Tech: Ketika Inovasi Bertemu dengan Pelestarian Bumi

Enkripsi End-to-End: Standar wajib untuk setiap komunikasi sensitif.

Zero Trust Architecture: Prinsip keamanan yang tidak memercayai siapa pun tanpa verifikasi ketat.

Keamanan di ruang digital adalah proses yang berkelanjutan, bukan hasil akhir yang statis. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan penggunaan perangkat lunak yang selalu terbarui, kita dapat tetap produktif tanpa harus merasa waswas akan ancaman yang mengintai di balik layar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: