Menjemput Keabadian, Pesona Taman Edelweiss di Puncak Gunung Marapi

Menjemput Keabadian, Pesona Taman Edelweiss di Puncak Gunung Marapi

Menjemput Keabadian, Pesona Taman Edelweiss di Puncak Gunung Marapi-Poto ilustrasi-

 

RADAR BENGKULU; Gunung Marapi di Sumatera Barat tidak hanya dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, tetapi juga sebagai rumah bagi salah satu taman bunga paling ikonik di kalangan pendaki: Padang Edelweiss. Terletak di ketinggian yang menantang, hamparan bunga Anaphalis javanica ini menjadi "hadiah utama" bagi siapa saja yang berhasil melewati jalur pendakian yang terjal dan berbatu. Suasana magis langsung terasa begitu kabut tipis menyapu ribuan kelopak bunga putih keabuan yang tumbuh subur di antara hamparan pasir vulkanik.

BACA JUGA:Menjelajahi Lembah Harau, Yosemite Tersembunyi di Jantung Minangkabau

Daya tarik utama Taman Edelweiss di Marapi terletak pada kontras visualnya yang luar biasa. Di satu sisi, pendaki disuguhkan dengan pemandangan kawah yang gahar dan kepulan asap belerang yang eksotis, namun di sisi lain, hamparan bunga abadi ini memberikan kesan ketenangan dan kelembutan. Saat matahari terbit (sunrise), cahaya keemasan akan menyentuh embun di pucuk-pucuk Edelweiss, menciptakan pemandangan yang seolah-olah membawa kita ke dunia lain. Tak heran jika area ini menjadi titik favorit bagi para pendaki untuk melepas lelah sembari mengagumi keindahan alam Ranah Minang dari ketinggian.

Secara ekologis, keberadaan Edelweiss di Gunung Marapi memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan. Bunga ini memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap tanah vulkanik yang minim nutrisi dan cuaca ekstrem. Bagi masyarakat setempat dan komunitas pendaki, Edelweiss bukan sekadar tanaman, melainkan simbol keabadian dan perjuangan. Kelopaknya yang tidak pernah layu meski telah dipetik (walaupun kini dilarang keras untuk dipetik demi kelestarian) menjadikannya legenda yang hidup di tengah kerasnya medan pegunungan.

Namun, pesona ini datang dengan tanggung jawab besar bagi setiap pengunjung. Mengingat status Gunung Marapi yang aktif dan ekosistemnya yang rentan, para pendaki diingatkan untuk selalu menerapkan prinsip Leave No Trace. Menjaga jarak dari area sensitif, tidak memetik bunga, dan membawa kembali sampah adalah harga mati untuk memastikan generasi mendatang masih bisa melihat "salju tropis" ini bersinar di puncak Marapi. Keindahan ini adalah titipan, dan memastikannya tetap lestari adalah bentuk penghormatan tertinggi kita terhadap alam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: