Mengenal Lopih, Si Kenyal Manis Penjaga Tradisi Kuliner Minang

Mengenal Lopih, Si Kenyal Manis Penjaga Tradisi Kuliner Minang

Mengenal Lopih, Si Kenyal Manis Penjaga Tradisi Kuliner Minang-Poto ilustrasi-

 

RADAR BENGKULU - Di tengah gempuran jajanan kekinian yang estetik dan viral, Ranah Minang masih menyimpan harta karun kuliner tradisional yang tak lekang oleh waktu. Salah satunya adalah Lopih. Kudapan berbahan dasar beras ketan ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan simbol kesederhanaan yang dibalut kehangatan tradisi.

Apa Itu Lopih?

Lopih (atau Lopis dalam bahasa Indonesia) adalah penganan yang terbuat dari beras ketan putih yang dikukus dalam balutan daun pisang. Bentuknya pun unik, biasanya berbentuk segitiga atau silinder panjang (seperti lontong) yang kemudian diiris tipis-tipis.

BACA JUGA:Pinyaram, Donat Legit Khas Minangkabau yang Tak Lekang oleh Waktu

Cita rasa utama dari Lopih berasal dari perpaduan tiga elemen sederhana:

Tekstur Ketan: Lembut, kenyal, dan gurih karena dimasak dengan sedikit garam.

Taburan Kelapa: Parutan kelapa muda yang memberikan sensasi crunchy dan rasa gurih yang segar.

Kinca (Gula Merah): Siraman cairan gula aren kental yang memberikan rasa manis legit dan aroma karamel yang khas.

Rahasia Kelezatan di Balik Daun Pisang

Pembuatan Lopih sebenarnya membutuhkan kesabaran ekstra. Beras ketan harus direndam terlebih dahulu agar teksturnya pulen. Proses pembungkusan dengan daun pisang juga krusial; jika terlalu longgar, ketan akan lembek, namun jika terlalu rapat, ketan tidak akan matang merata.

Aroma harum yang muncul saat Lopih dikukus berasal dari perpaduan daun pisang dan daun pandan yang disisipkan dalam air rebusan. Inilah yang membuat Lopih tradisional selalu unggul dibandingkan versi modern yang menggunakan cetakan plastik.

Teman Setia Sarapan dan Teman Ngopi

Di Sumatra Barat, Lopih sering dijumpai di pasar-pasar tradisional sebagai menu sarapan favorit selain katupek pitalah atau bubur kampiun. Namun, seiring berjalannya waktu, Lopih juga naik kelas menjadi hidangan pencuci mulut (dessert) di restoran-restoran mewah yang mengusung tema Nusantara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: