Mie Gomak, Menyesap Spaghetti Otentik dari Tanah Batak

Mie Gomak, Menyesap Spaghetti Otentik dari Tanah Batak

Mie Gomak, Menyesap Spaghetti Otentik dari Tanah Batak-Poto ilustrasi-

 

RADAR BENGKULU - Jika Italia punya Spaghetti Aglio e Olio, maka Sumatera Utara punya Mie Gomak. Hidangan ini bukan sekadar mi goreng atau mi kuah biasa; ia adalah identitas budaya, simbol kehangatan keluarga, dan primadona kuliner yang wajib dicicipi saat berkunjung ke daerah Danau Toba dan sekitarnya.

Apa Itu Mie Gomak?

Mie Gomak adalah hidangan mi khas suku Batak Toba yang menggunakan bahan utama Mie Lidi (mi kering berdiameter tebal dan berwarna kuning). Nama "Gomak" sendiri diambil dari bahasa Batak yang berarti "digenggam" atau "dijumput".

Secara historis, mi ini disajikan dengan cara diambil menggunakan tangan langsung (digomak) untuk diletakkan di piring. Meski sekarang standar kebersihan sudah meningkat dan penjual menggunakan sendok atau sarung tangan, nama tersebut tetap melekat sebagai ciri khasnya.

BACA JUGA: Pemda Bengkulu Selatan Optimalisasi Tapping Box

Rahasia Kelezatan: Sentuhan "Merica Batak"

Yang membuat Mie Gomak berbeda dari jenis mi lainnya di nusantara adalah penggunaan Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium). Rempah ini sering dijuluki sebagai "Merica Batak".

Rasa Unik: Andaliman memberikan sensasi getir, pedas menggigit, dan efek "getar" atau kebas di lidah.

Aroma: Memiliki aroma jeruk yang segar namun tajam, membuat kuah Mie Gomak sangat menggugah selera.

Dua Versi yang Menggoda Lidah

Biasanya, Mie Gomak disajikan dalam dua varian utama sesuai selera penikmatnya:

Mie Gomak Kuah: Mi disiram dengan kuah santan kuning yang kental dan kaya rempah. Sangat cocok dinikmati pagi hari untuk menghangatkan tubuh di tengah udara pegunungan yang dingin.

Mie Gomak Goreng: Mi ditumis dengan bumbu halus dan sedikit kecap. Teksturnya yang kenyal mirip dengan pasta al dente, membuatnya sering disebut sebagai Spaghetti Batak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: