Strategi Maintenance Otot: Mengapa Olahraga Ringan Tetap Penting Saat Ramadhan
Strategi Maintenance Otot: Mengapa Olahraga Ringan Tetap Penting Saat Ramadhan-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU - Banyak orang khawatir akan kehilangan massa otot atau merasa lemas jika berolahraga saat berpuasa. Namun, para ahli justru menyarankan tetap aktif untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Mengutip dari laman kesehatan WebMD, berolahraga saat puasa sebenarnya dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kesehatan kardiovaskular, asalkan dilakukan dengan bijak.
Menjaga Keseimbangan Nutrisi
Olahraga tanpa nutrisi yang tepat saat Ramadhan bisa menjadi bumerang. Fokus utama harus dialihkan dari "penurunan berat badan ekstrem" menjadi "pemeliharaan kondisi tubuh". Berikut adalah strategi yang disarankan:
Prioritaskan Protein saat Sahur: Protein membantu menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
BACA JUGA:Tetap Bugar Saat Berpuasa, Panduan Olahraga Pintar di Bulan Ramadhan
Karbohidrat Kompleks: Pilih gandum atau nasi merah saat sahur untuk cadangan energi yang dilepaskan secara perlahan sepanjang hari.
Jenis Olahraga yang Direkomendasikan
Bagi mereka yang ingin menjaga kebugaran tanpa risiko dehidrasi tinggi, olahraga beban ringan dengan repetisi rendah atau peregangan statis adalah pilihan terbaik. Melansir dari Cleveland Clinic, durasi olahraga ideal selama puasa cukup berkisar antara 30 hingga 45 menit saja.
Dengan menjaga rutinitas fisik yang ringan namun konsisten, transisi tubuh kembali ke pola makan normal setelah lebaran akan menjadi jauh lebih mudah dan sehat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
