Kuliah Gratis Sektor Sawit Dibuka 2026, Generasi Bengkulu Selatan Harus Ikut Andil
Bupati Bengkulu Selatan H.Rifai Tajuddin,S.Sos.-Fahmi-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Manna - Saat ini peluang untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi sudah terbuka, usai menyelesaikan pendidikan ditingkat SMA sederajat. Pasalnya, pemerintah pusat memastikan bahwa Program Beasiswa SDM Sawit akan kembali dibuka pada tahun 2026.
Program kuliah gratis sektor sawit ini menjadi peluang besar bagi lulusan SMA dan sederajat yang ingin menempuh pendidikan tinggi secara gratis, khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit.
BACA JUGA: BPOM Provinsi Bengkulu Audiensi dengan Pemda Bengkulu Selatan
Beasiswa SDM Sawit 2026 kembali dibuka oleh Ditjen Perkebunan Kementan dan BPDPKS, menawarkan kuliah gratis (D1-S1) bagi anak pekebun, karyawan, pengurus kelembagaan/asosiasi, serta ASN/penyuluh sawit. Program ini menyediakan 4.000+ kuota untuk mencetak tenaga ahli sawit, dengan pendaftaran melalui daring.
Program kuliah gratis sektor sawit ini menjadi peluang besar bagi lulusan SMA dan sederajat yang ingin menempuh pendidikan tinggi secara gratis, khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit. Program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten, terampil, dan siap bersaing dalam industri kelapa sawit yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.
Bupati Bengkulu Selatan H.Rifai Tajuddin,S.Sos berharap generasi Bengkulu Selatan bisa memanfaatkan peluang yang ada, apalagi saat ini Bengkulu Selatan merupakan salah satu daerah dengan hamparan kebun sawit rakyat yang cukup luas, mencapai sekitar 28 ribu hektare.
Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan tenaga profesional lokal yang memiliki latar belakang pendidikan khusus di bidang perkebunan.
"Dengan kondisi daerah kita yang bertumpu pada sektor perkebunan, terutama sawit,pengelolaan dan mengembangkan potensi daerah sendiri sangat diperlukan. Dengan pendidikan yang tepat, mereka tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga bisa tampil sebagai pengelola, peneliti, maupun inovator di sektor sawit,"ungkap Rifai.
Selain itu, Bupati Bengkulu Selatan juga menginstruksikan dinas terkait agar melakukan pendataan serta pendampingan terhadap calon peserta yang memenuhi kriteria. Upaya ini dilakukan agar putra-putri asli daerah tidak kalah bersaing dalam proses seleksi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian BS Binagransya melalui Kabid Perkebunan Arif Budiman, S.Hut, M.Ling mengatakan, untuk saat ini partisipasi daerah memang cukup rendah, apalagi program ini sudah ada sejak 2023 hingga 2026.
Bahkan dari Bengkulu Selatan baru ada enam orang yang berhasil lolos sebagai penerima beasiswa.
"Dinas Pertanian berencana menggencarkan sosialisasi ke SMA, SMK, dan sekolah sederajat. Pihaknya ingin memastikan bahwa setiap siswa mengetahui adanya peluang kuliah gratis di sektor sawit.Lulusan program ini nanti kita harapkan memiliki pemahaman komprehensif tentang budidaya, manajemen perkebunan, pengolahan hasil, hingga aspek keberlanjutan industri sawit.Dengan harapan tahun ini banyak generasi kita yang mengikuti program ini,"pungkas Arif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
