Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Rp 17.100 per Dolar AS, Airlangga Hartarto Bilang Ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan sempat menembus level Rp 17.100 per US$ pada Selasa, 7 April 2026.
Seperti dikutip dari laman disway.id, menanggapi kondisi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga dialami berbagai mata uang global.
BACA JUGA:Presiden akan Lepas Kloter Pertama Jamaah Haji Tanggal 22 April 2026
“Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency lain kan demikian,” kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa sore, 7 April 2026.
Untuk diketahui, tekanan terhadap rupiah sudah terlihat sejak sesi perdagangan siang hingga sore hari. Bahkan, pelemahan sempat menyentuh 75 poin sebelum akhirnya ditutup di kisaran Rp 17.100 per US$.
Berdasarkan Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp17.090 per US$ atau melemah 58 poin. Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat rupiah di posisi Rp17.092 per US$, turun 55 poin dari hari sebelumnya.
Dari pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pelemahan rupiah merupakan bagian dari tekanan global terhadap mata uang negara berkembang, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, termasuk dampak konflik geopolitik dan pergerakan suku bunga global.
Di tengah kondisi ini, pasar kini menanti langkah lanjutan otoritas ekonomi, termasuk Bank Indonesia dan pemerintah, dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta meredam gejolak yang berpotensi berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat.
Tekanan terhadap rupiah juga menjadi sinyal penting bahwa dinamika global masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan pasar domestik. Tanpa intervensi dan strategi yang tepat, volatilitas nilai tukar berisiko terus berlanjut dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
