Airlangga Hartarto Klaim Cadangan Devisa Negara Masih Aman

Airlangga Hartarto Klaim Cadangan Devisa Negara Masih Aman

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta   -- Kementerian Koordinator (Kemenko)  Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  kembali buka suara menanggapi kekhawatiran masyarakat akan dampak lanjutan dari konflik di Timur Tengah, pasang surut situasi geopolitik serta perjanjian dagang resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART), terutama terhadap harga komoditas pangan di pasaran.

Seperti dikutip dari laman disway.id, dalam penuturannya, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kemungkinan adanya kenaikan harga pangan merupakan salah satu faktor yang turut dipertimbangkan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:Masa Berlaku SIM Berakhir Saat Libur, Cukup Lakukan Perpanjangan Saja, Ini Jadwalnya



Walaupun  begitu, Airlangga masih optimis dengan kondisi dalam negeri sendiri bahwa daya konsumsi masyarakat Indonesia masih cukup kuat. Khususnya pada momentum-momentum besar seperti Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, data saat ini daya konsumsi masyarakat Indonesia masih di angka 50 persen lebih dari PDB. Ditambah dengan cairnya tunjangan hari raya (THR), dia yakin daya beli masyarakat pada momen seperti ini pertumbuhan ekonomi, setidaknya, dapat terdongkrak.



"Kalau kita punya konsumsi domestiknya masih kuat, masih 54 persen dari PDB. Apalagi THR sudah digelontorkan, sudah cair, sehingga daya beli masyarakat terasa baik," tutur Menko Airlangga dalam agenda Media Gathering, yang digelar di Gedung Ali Wardhana, kantor Kemenko Perekonomian, pada Senin, 16 Maret 2026.

Cadangan Devisa Aman?

Tak berhenti di situ, Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan cadangan devisa yang sejauh ini dalam kondisi baik. Ia mengabarkan cadangan devisa RI saat ini tercatat sekitar Rp151,9 miliar atau setara dengan enam bulan tren perdagangan untuk ekspor.

Hal ini berdampak pada rasio perdagangan luar negeri RI yang saat ini sekitar 49 persen dari PDB. Airlangga mengklaim kondisi ini seharusnya masyarakat tidak mencemaskan situasi perekonomian secara nasional.



Menurut Airlangga, situasi perekonomian RI saat ini bisa disebut aman karena memiliki beragam faktor untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi.

"Jadi risiko eksternal shock juga terkendali. Dari segi manufaktur juga baik, 53,8 persen. Ini sebetulnya all time high, ini tertinggi, artinya para manufaktur ini optimis," tutur Menko Airlangga.



"Jadi dengan angka-angka ini, sebetulnya kami optimis pertumbuhan di kuartal pertama itu angkanya bisa lebih tinggi dari desember kuartal keempat tahun lalu. Jadi dengan angka-angka ini cukup optimis pertumbuhan bisa di sekitar 5,5 persen," tambahnya.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia juga telah berkomunikasi dengan otoritas Amerika Serikat terkait tindak lanjut kebijakan yang sebelumnya dihapus oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat, di mana seluruh tarif yang ditetapkan Trump teranulir.



Sejauh ini dengan terlibatnya Amerika dalam perang melawan Iran di Timur Tengah, membuat kesepakatan baru belum tercapai antara Indonesia dan AS.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: